Love it

Love it

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2023
"Rey! Lo, ngerokok?!" Pekik seorang gadis yang tiba-tiba saja membuyarkan lamunan Rey di atas rooftop sekolahnya itu. Laki-laki itu pun menoleh ke sumber suara. Didapatinya seorang gadis bersurai panjang sebahu. Gadis itu menatap ke arah Rey dengan dahi yang berkerut dan mulut yang tengah mengunyah sebuah permen karet. "Lo siapa?" Tanya Rey kepada gadis yang baru saja menegurnya. Gadis itu nampak terkejut, sedetik kemudian ia menepuk dahinya dan segera bergegas berbalik badan lalu berlari meninggalkan Rey yang masih menghisap batang rokok di jemarinya. "Lagi-lagi cewe!" Pekik Rey sembari melempar putung rokoknya asal, laki-laki itu kemudian berlari menyusul gadis yang baru saja memergokinya itu.
All Rights Reserved
#27
casanova
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • Flat Heart
  • Geo&Gia [END]
  • DRYSTAN (End)
  • When Mr. Bossy Falling In Love
  • You Are My Destiny
  • MY BAD BOY [END]
  • Spoiled But Naughty (Completed)
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines