Story cover for Here With Me by stilloveaJ
Here With Me
  • WpView
    Reads 6,183
  • WpVote
    Votes 432
  • WpPart
    Parts 44
  • WpView
    Reads 6,183
  • WpVote
    Votes 432
  • WpPart
    Parts 44
Ongoing, First published Jan 08, 2023
Perasaan kosong, kesepian, takut, dan ingin hilang dari Bumi adalah hal yang selalu ingin aku lupakan. Tapi nyatanya, mereka selalu kembali datang. Lagi dan lagi.

Kadang kala ingin menyerah, namun aku masih waras untuk tidak mengakhiri hidup dengan cara membunuh diriku sendiri. Alasannya, karena aku terlalu takut untuk melakukan itu. 

Maka yang kulakukan selagi aku bernapas adalah menanamkan dalam pikiranku seperti, "Ayo bertahan. Sehari lagi ini saja." Begitu setiap harinya dan tak kusangka hingga detik ini aku masih dapat bertahan dengan cara tersebut.

Meskipun di beberapa hari aku sempat berpikir, mengapa aku harus tetap menjalani kehidupan yang aku saja tidak tahu apa tujuannya?

Walau membutuhkan waktu yang lama akhirnya aku mengerti alasan mengapa aku belum dijemput oleh-Nya dan mengapa aku disuruh diam lebih lama di dunia ini.

Semua karena dia.

Dia yang berhasil membuatku bertahan lagi.

Dia yang menunjukkan kepadaku sisi indah dari dunia yang selama ini tidak pernah aku rasakan.

Dia juga yang membuatku merasa dicintai karena dia tidak pernah membiarkanku merasa sendiri lagi.

Dan ini adalah kisahku bersamanya.
All Rights Reserved
Sign up to add Here With Me to your library and receive updates
or
#155eaj
Content Guidelines
You may also like
Titipan Jantung Untuk Gladis by Yulianagirls
14 parts Complete Mature
"Ragamu memang telah mati, habis dan tak tersisa namun jantungmu masih terus bersarang serta selalu ikut berdetak bersama setiap hentakan denyut nadiku. Begitupun cintamu tak akan pernah mati walau tangan kita tak lagi saling berpegang untuk saling menguatkan, karena kita sudah dipilih Tuhan untuk saling menyatu."-Gladis Benar kata orang cinta itu milik kita namun hanyaTuhan yang punya kuasa untuk menyatukannya, cintaku pada Agung memang tak pernah mati walau dia sudah pergi lebih dulu kepada pemilik hati yang sebenarnya, dia korbankan jantungnya untukku agar aku terus hidup tapi bagaimana mungkin aku hidup sementara hatiku mati?. Seperti ucapannya untuk yang terakhir kali "Gladis jangan jadi wanita yang lemah, hapus air matamu dan melangkah terus kedepan. You must go on, aku akan selalu menjagamu walau jarak kita tak lagi dekat."-Agung. Ntah bagaimana cara aku melanjutkan hidup ini tanpa dia, tanpa senyumnya dan tanpa semangat darinya. Saat ini yang ada dalam pikiranku hanyalah kematian, aku ingin pergi bersamanya berbagai cara aku lakukan bahkan dengan menghabisi nyawaku sendiri tapi percuma sia-sia saja, seakan Tuhan lebih mencintai nyawaku daripada penderitaanku. Aku lemah dan tak punya semangat untuk hidup sampai akhirnya Tuhan punya jawaban dari semua doa ku mungkin juga doa Agung dari atas sana, dia titipkan seorang lelaki yang baik hati memberi aku kekuatan dan alasan untuk melanjutkan hidup ini.
Trivia : Ocean Eyes || Park Jimin Fanfiction ✔ by Rinsoantinoda95
30 parts Complete
(END) Kim Leechie, adalah seorang gadis yatim piatu yang tengah menjabat sebagai mahasiswa dengan usia dua puluh dua tahun harus di hadapkan dengan kecelakaan paling tidak masuk akal ketika baru saja ia ingin menghilangkan diri setelah menemukan sang kakak laki-laki bernama Kim Seok Jin bersetubuh dengan wanita lain di sebuah kamar hotel. Entah karena kesalahan dirinya sendiri, atau bahkan karena takdir keras yang pada akhirnya mau tidak mau membuatnya harus menahan diri untuk tetap tinggal dengan sang pemicu kecelakaan tidak masuk akal tersebut, Park Jimin. Setiap hari, tanpa henti, drama klasik yang diciptakan oleh pria itu seringkali membuat Leechie menyerah, bahkan sampai menyelam pada perjanjian terhadap dirinya sendiri bahwa mati lebih baik, daripada jatuh cinta pada pria gila di sana. Hingga semakin lama, ratusan detik terlewati, berbagai kronologis mematikan menyerang eksistensi batinnya yang terus saja di rusak dengan bahaya. Leechie yang sedari awal ingin membunuh dirinya hidup-hidup, seolah mendapatkan dukungan mutlak dari Park Jimin. Tertatih, tak bisa kembali, Kim Leechie semakin dipaksa bertahan lebih lama, kali ini Park Jimin menguasai situasi. Lalu, apa yang akan Leechie lakukan? Bagaimana dengan kehidupan masa depannya yang mendadak hancur? "Aku mencintaimu, Jim." "Jangan melakukan itu." "Mengapa? Apa salahnya?" "Karena kalimat tersebut yang menghancurkanku. Jika kau tetap mempertahankan perasan seperti itu, maka aku akan menghancurkanmu juga, Leechie." Trivia : Ocean Eyes Note : cobain ajah dulu. Cerita ini bakal bawa kamu sama pilihan yang gak bisa kamu milih gituh ajah Inspirasi : Billie Eilish - Ocean Eyes @rinsoantinoda95
You may also like
Slide 1 of 7
Titipan Jantung Untuk Gladis cover
Not Like The Movies cover
THE FIND LOVE cover
A Symbiotic cover
Trivia : Ocean Eyes || Park Jimin Fanfiction ✔ cover
Bound by duty cover
Nalalira cover

Titipan Jantung Untuk Gladis

14 parts Complete Mature

"Ragamu memang telah mati, habis dan tak tersisa namun jantungmu masih terus bersarang serta selalu ikut berdetak bersama setiap hentakan denyut nadiku. Begitupun cintamu tak akan pernah mati walau tangan kita tak lagi saling berpegang untuk saling menguatkan, karena kita sudah dipilih Tuhan untuk saling menyatu."-Gladis Benar kata orang cinta itu milik kita namun hanyaTuhan yang punya kuasa untuk menyatukannya, cintaku pada Agung memang tak pernah mati walau dia sudah pergi lebih dulu kepada pemilik hati yang sebenarnya, dia korbankan jantungnya untukku agar aku terus hidup tapi bagaimana mungkin aku hidup sementara hatiku mati?. Seperti ucapannya untuk yang terakhir kali "Gladis jangan jadi wanita yang lemah, hapus air matamu dan melangkah terus kedepan. You must go on, aku akan selalu menjagamu walau jarak kita tak lagi dekat."-Agung. Ntah bagaimana cara aku melanjutkan hidup ini tanpa dia, tanpa senyumnya dan tanpa semangat darinya. Saat ini yang ada dalam pikiranku hanyalah kematian, aku ingin pergi bersamanya berbagai cara aku lakukan bahkan dengan menghabisi nyawaku sendiri tapi percuma sia-sia saja, seakan Tuhan lebih mencintai nyawaku daripada penderitaanku. Aku lemah dan tak punya semangat untuk hidup sampai akhirnya Tuhan punya jawaban dari semua doa ku mungkin juga doa Agung dari atas sana, dia titipkan seorang lelaki yang baik hati memberi aku kekuatan dan alasan untuk melanjutkan hidup ini.