Rintihan Luka Praya

Rintihan Luka Praya

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 12, 2023
Seorang gadis dengan keindahannya, Kelembutannya, Kecantikannya, Harga dirinya. Direnggut paksa oleh keadaan. Adakah seseorang yang mengerti perasaannya?. atau adakah orang yang sedikit saja menghargai perasaan nya? Dihatinya hanya ada kegelisahan dan Ketakukan, Hatinya penuh luka yang hanya ditutupi oleh topeng wajah. Tubuhnya sehat ,rupa nya baik. Namun mental nya hilang dan hatinya terus tercekat. "Aku Terus berusaha jadi yang terbaik, Untuk keluarga." "Adakah, orang yang bisa menghargai semangat ku, Kehebatanku ,perasaanku. Aku sungguh lelahh....." "Tenang diriku , mereka hanya mengkhawatirkan mu, Bukan membencimu. semangat!" "Aku takut kesepian, Aku takut gelap, namun sekarang itu adalah bagian dari kisah hidupku." "Aku bukan orang baik. Jangan percaya pada manusia, Manusia bukan tempat untuk berharap." "Terimakasih Tuhan, sudah memberiku Kehidupan walau hanya kepahitan yang kudapatkan." Orang bilang dirinya Hidup bahagia dan dipenuhi gelimang kasih sayang, Hidupnya baik-baik saja dan terus berjalan seiring waktu. Namun. Yang mereka lihat baik-baik saja itu, justru sebenarnya adalah Orang yang tidak baik-baik saja. ★Ranked #34//Quote(06-feb-23). #45//Lelah(30-jan-23) #48//Duka(07-jan-23) #03//Brokenhert(03-feb-23) mulai : Senin- Jan -2023 akhir. : Tidak tahu sampai kapan berlanjut. support nanazpadze vote komen juga sebagaian dari salah satu dukungan.
(CC) Attribution-NoDerivs
#358
benci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ruang
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Rintik Hujan
  • 00.00
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • My Destiny [REVISI]
  •  ANATHA
  • KIARA [End]
ruang

SETIAP manusia berhak mendapatkan ruang untuk bisa merasakan ketenangan walau hanya sesaat. Sekadar untuk menghela nafas sebelum menerima segala kenyataan yang akan menimpa dirinya. Mencoba menerima kepahitan dalam kehidupan yang sementara. Atau mungkin sekadar untuk menarik nafas panjang sebelum akhirnnya menerima bantingan keras hingga meremukkan tulang. Semesta tidak pernah berpihak pada Arkana Gala Dakari. Baginya, semua hanya bisa menggoreskan luka yang sangat dalam tanpa memikirkan perasaannya sedikitpun. Mereka seakan-akan tak memberikannya sebuah ruang untuk bernafas bahkan untuk sesaat. Tak pernah sedetikpun ia merasakan yang namanya ketenangan. Kesehariannya hanya berisi tentang kekhawatiran bahkan ketakutan. Arkana bahkan tidak tahu bagaimana rasa kebahagiaan yang sebenarnya. Apakah kebahagiaan itu manis seperti gula atau bahkan pahit seperti kopi. Dunia terlalu kejam untuk Arkana yang sendirian. Dalam keadaan terpuruk ia hanya bisa mencoba untuk berdiri dengan rasa sakit yang bertubi-tubi menimpa dirinya. Ia bahkan berharap mendapat jawaban dari semua doa-doa yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa. Selain itu, ia juga membutuhkan ruang untuk sekadar bernafas dengan penuh ketenangan. Copyright © 2025, PapaLumoL

More details
WpActionLinkContent Guidelines