Pasal 24
  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 9, 2023
Buku itu kosong, tak berisi aksara apapun. Kecuali di halaman nomor lima belas ... "Pasal 24". Aku tak ingat apa yang telah kulalui selama ini. Banyak hal aneh dan baru, mereka begitu mengganjal di pikiran. Katanya, satu-satunya yang bisa memperbaiki ialah buku tebal berjilid cokelat yang ada di laci lemari. Masalahnya ialah, bagaimana ini bisa memperbaiki jika isi buku itu saja hanya sebuah gambar payung dengan judul dua kata?! Tanpa penjelasan apa-apa! * Bagian di tiap part cerita ini jauh lebih pendek dibanding dengan cerita saya yang lain. * Update sesuka hati.
All Rights Reserved
#684
janji
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Janji Biru dalam Mawar Biru
  • Rasaku, Tak Berujung... [END]
  • Ice People [GiLa]
  • {JTPH 1} Janji Tak Pernah Hilang
  • I Want U! (Tamat)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Prema Sutram [Completed✔️]
  • BAD DEAL

Aku hampir saja membuat kesalahan besar. Sangat BESAR. Tuliskan dengan huruf kapital tercetak tebal. Besar! Jenis kesalahan yang bukan hanya mengancam keselamatanku, melainkan menyeret keluargaku kepada kehancuran. Pokoknya masalah deh. Untung bencana bisa kucegah. Andai segala ingatan "pengalaman pahit" kaum kelas bawah tidak menghantam kepalaku di waktu yang tepat, mungkin sekarang aku akan jadi manusia ngenes. Sebelum aku sempat mengikuti kemauan segerombolan cewek "iri dengki paket lengkap" yang menyuruhku mengganggu Riana Forster, putri kesayangan keluarga Forster, karena dia menjadi kekasih keluarga Gauthier ... fiuh untunglah. Untunglah! Untung saja aku sadar! Aku pun mengikuti saran para tokoh penerima isekai (berdasar pengalaman baca sih) dan memilih jalan lurus; tidak menikung, menukik, apalagi jungkir balik. Apa enaknya menginginkan cowok orang lain? Lebih baik kunikmati privilese yang kudapatkan di kehidupan kedua. Jaya! Jaya! Jayaaaaa! Akan tetapi, perkiraanku salah! Iya sih, aku tidak menjadi musuh orang penting. But, why? Why oh why sepertinya aku menjadi target orang yang seharusnya tidak aku usik? Tolong beri tahu aku letak kesalahan rencana hidup aman dan nyaman milikku sekarang juga! Astaga sumpah mati aku nggak ada rencana jadi orang jahat. Sebaiknya utamakan diskusi demi mencari mufakat. Oke? Oh apa? Calon suami? Mama, tolooooong! Kenapa ada cowok mengaku calon suamiku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines