Sinners (Season II)

Sinners (Season II)

  • WpView
    Reads 14,179
  • WpVote
    Votes 939
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 27, 2024
Kata orang, manusia itu tidak lebih dari para pendosa. Mengingat, manusia itu bukan orang suci, apalagi Tuhan. Manusia itu tempatnya salah. Karena setiap individu pastilah pernah membuat kesilapan dengan cara yang disengaja atau tidak. Lewat lisan atau mungkin sikap. No body's perfect, right? Namun, si para pendosa bukan berarti tidak punya kesempatan untuk berbahagia, kan? Dan cerita ini tentang para pendosa, yang mempunyai masa lalu suram karena pernah melakukan kesalahan fatal. Namun, ingin memperbaiki diri demi mendapatkan kebahagiaan yang mereka inginkan. Berharap dengan mereka memperbaiki segala kesalahan mereka di masa lalu. Dosa-dosa yang telah mereka lakukan di masa lalu bisa termaafkan. Agar mereka pantas mendapatkan kebahagiaan itu sendiri. Kebahagiaan yang mereka inginkan. Tapi mereka lupa, mereka masih tetap manusia biasa. Yang diciptakan Tuhan dengan ego, nafsu dan juga segala sifat buruknya. Yang terkadang, cara mereka untuk meraih kebahagiaan itu sendiri diambil dengan cara yang salah. Sedikit memaksa. Dan malah kembali membuat mereka berkubang dalam lumpur dosa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • SERIBU SISI ORIGAMI [COMPLETED]
  • Sekali Lagi (End)
  • Putri dan Alex
  • Jovia is Back ( 21+) END✅
  • Mistake [SELESAI]
  • Sang Penguasa
  • False Hopes
  • Dia, Manusia Bernama "Lelaki"
  • Sherlyta

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines