BIAS TAWAMU

BIAS TAWAMU

  • WpView
    GELESEN 31
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Feb. 17, 2023
Hanya kumpulan cerita yang ku kisahkan dengan aksara. Tentang rasa yang enggan ku tuai bersama. Ini tentangmu yang membangunkanku pada cinta meski akhirnya harus menerima ikhlasnya sia-sia
Alle Rechte vorbehalten
#296
cintadalamdiam
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Mahligai Sunyi
  • Renjana
  • Fragmen Waktu
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • You are in my past and my future [END]
  • ROMANSA KATA
  • Rindu yang berjarak

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien