SILVANA

SILVANA

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 15, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Bila suatu hari nanti mereka ingin mengambil bayi perempuan ini, kumpulkan bukti-bukti yang kau dapat untuk menyerang mereka kembali. Aku akan merawat Silvana dan memberinya kasih sayang yang harus ia dapatkan dari sekitarnya..." Delvin menatap sebuah kalung perak berkilau bertuliskan nama Silvana. Kalung ini Delvin temukan di balik badan bayi perempuan itu. Jack tersenyum senang, jadi Tuan Delvin telah memberikan nama Silvana untuk bayi perempuan itu. "Aku mengerti, aku permisi dulu. Selamat malam, Tuan Delvin..." Jack pamit keluar dari ruangan Tuan Delvin. SILVANA by Thia AN : Selamat membaca dan semoga terhibur dengan cerita ini~ kalau suka jangan lupa kasih vote ya~ terima kasih... 🤗😘
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • World Of Magic [2]
  • CAVEINE (REVISI)
  • MDCF [TAMAT]
  • DERANA✔️
  • SHAKARA (END)
  • Excessive Obsession
  • Legend of the Sun and Moon

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines