"Kami memang mempunyai kelemahan masing-masing, tapi itu tidak membuat kami lemah." - Rendra
"Setegas apa pun takdir dari kami, kami tetaplah Bruiser." - Dhavino
Di balik kehidupan sekolah yang tampak biasa, ada sekelompok remaja yang memilih untuk saling menggenggam di tengah dunia yang terasa begitu keras. Bruiser Geng-bukan sekadar kumpulan anak nakal, melainkan rumah bagi mereka yang kehilangan, terluka, dan mencoba bertahan dengan caranya masing-masing.
Di antara persahabatan, pengkhianatan, dan pertarungan yang tak terhindarkan, mereka terus melangkah, meski dunia tak pernah memberi jalan yang mudah. Namun, seberapa kuat pun mereka bertahan, takdir tetaplah takdir.
Karena pada akhirnya, hanya beberapa dari mereka yang akan tetap berdiri hingga garis akhir.
________________
β οΈ WARNING! β οΈ
Mengandung adegan kekerasan dan kata-kata kasar.
Harap bijak dalam membaca.
Tinggalkan jejak dengan vote dan comment, pendapat kalian sangat berarti! Dan, jangan menormalisasikan diri menjadi pembaca gaib.
#1 Bruiser [06.07.23]
#2 Bruiser [03.08.23]
#3 Bruiser [23.05.23]
Mulai: 02/02/23
Selesai: ?/?/?
Ditulis oleh strauberry_npf3 π
Jangan lupa follow Instagram @strawberry_npf3 untuk info terbaru seputar cerita ini!
"Qi, bisa gak jangan kekanak-kanakan?! Kalo gue salah, kasih tau gue! Biar gue perbaiki!"
Are tidak mengerti dengan perubahan sahabatnya akhir-akhir ini. Qira yang terbiasa mengganggunya dengan Lexa, kini menjauh secara tiba-tiba. Perempuan itu bersikap seolah tidak ingin mengenalnya lagi.
"Kita sahabatan bukan satu atau dua tahun!"
Awalnya Are senang, saat Qira secara perlahan menjauhinya dan juga Lexa. Bukan dia tidak senang ketika Qira berdekatan dengannya, hanya saja situasinya telah berubah. Kini Are sudah memiliki kekasih, yaitu Lexa. Dia takut, kedekatannya dengan Qira akan melukai Lexa.
Namun, Are menjadi resah ketika Qira benar-benar memblokir aksesnya untuk menemui perempuan itu. Pesan, atau sapaannya tidak mendapat feedback baik dari Qira.
Qira yang semula membelakangi Are, kini mulai membalikkan tubuhnya. Dia menatap Are tepat di kedua bola matanya.
"Gue takut mati di tangan lo, Are!"
β―β―β―
"π·πππππππ ππππ πππππππ ππππππ ππππππππ. π½ππππ, πππ’πππππ’π πππ πππππ πππππ πππππππ π³ππππ, π’πππ πππππππ ππππππππ πππππ π°πππππ πππ π πππ."
-πͺππππππ πΊπππππ π³ππππ
β―β―β―
α΄α΄Κα΄α΄ Κα΄ΚΚα΄α΄α΄α΄, α΄Ιͺα΄ α΄α΄ α΄α΄Ι΄Ι’α΄ΙͺΙ΄ α΄Κα΄Ι’Ιͺα΄α΄!
#1 friends
#1 Time travel
#1 teen
#1 frendszone
#1 sahabat
#1 sadstory
#1 friendship
#1 broken
#1 brokenheart
#1 rahasia