love boombing

love boombing

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 23, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Aysha bila seorang gadis yang berstatus sebagai pelajar di sekolah menengah kejuruan tanpa sengaja dipertemukan dengan Iyanza yang tiba-tiba muncul bak pangeran berkereta megah berwarna putih, Iyanza merupakan mahasiswa baru di salah satu fakultas yang berada di kota ini. Entah kebetulan atau apa semenjak hari dimana Iyan tidak sengaja menawarkan Aysha tumpangan untuk pulang, dirinya mulai mendekati gadis itu dengan segala upaya. Bahkan keluarga Aysha dan Iyanza sudah mengetahui tentang keduanya, kerap kali Iyan menggoda Aysha dan mengakui gadis itu adalah kekasihnya, meski tak ada sekalipun adegan mengakui perasaan atau tembak menembak seperti kekasih sungguhan lainnya. Aysha yang awalnya merasa biasa saja terhadap pemuda yang terpaut umur empat tahun dengannya itu, namun seiring berjalannya waktu, gadis itu mulai goyah dan ia menginginkan Iyanza.
All Rights Reserved
#67
ais
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESA PUNYA CERITA
  • Love's Serendipity
  • AIRIS
  • Aksa
  • Cewek Judes Vs Cowok Nyebelin END (TELAH TERBIT)
  • KANATA
  • Lantas (END)
  • LUKA BIASA GADISKU
  • R A S A

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines