Dimas & Rangga

Dimas & Rangga

  • WpView
    Reads 5,254
  • WpVote
    Votes 56
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jan 10, 2023
Cerita tentang Dimas, seorang siswa SMA berusia 16 tahun, memutuskan untuk memesan jasa pijat Rangga, seorang terapis berusia 34 tahun, yang mampu menghilangkan pegalnya sekaligus memberikan kenikmatan yang tak terlupakan bagi remaja tersebut. Snippet: "Memfokuskan kembali ke bongkahan kenyal dalam genggaman tangannya, dia melebarkan sedikit belahannya dan tercekat melihat bibir anus Dimas yang baginya seperti masterpiece. Bibir anus remaja tersebut polos tanpa rambut dan berwarna merah muda, Dimas memang lebih suka mencukur rambut pada area privatnya karena dia rasa lebih rapi. Nafas Rangga memberat melihat pintu masuk kenikmatan yang sempurna tersebut. Bibir anus Dimas yang berdenyut bagai mengundang Rangga untuk bercumbu dengan lidahnya, menanamkan kejantanannya, dan mengisi rahim remaja itu sampai penuh." Oneshot, Basically gay porn to make it clear
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ZAORA [WON'T BE UPDATED]
  • Mas! || ThomasKong✔
  • di dunia lain dengan system online shop
  • Changed Life
  • The Another Side of BDSM (21+) (Vol. 1 - TAMAT)

PERINGATAN!! MENGANDUNG UNSUR LGBT TERUTAMA GAY TAPI INI BUKAN CERITA TENTANG HUBUNGAN HOMO-SEXUAL. BAGI PENENTANG LGBT DIANJURKAN UNTUK TIDAK MEMBACA. DAN YANG MEMBACA HARAP OPEN MINDED! TERIMA KASIH!:) 15+ Inspired by Author's real experience Author maybe won't continue this series, pardon me. But the story still go on on Zaora's daughter, Treasa in the other story! Please check out that story too! Perkenalkan namaku Zaora, baru saja lulus dari SMA dan diterima di salah satu universitas terkemuka di Surabaya. Aku lahir dan besar di ibukota Indonesia yang begitu padat, apalagi selain DKI Jakarta. Tetapi karena aku sudah bisa dibilang dewasa, aku memutuskan untuk hidup sendiri di Surabaya. Tentu saja tidak "sendiri", aku menemukan seseorang bernama Kevin di internet yang bersedia meminjamkan kamar GRATIS. Aku ulang, GRATIS. Agak meragukan ya? Tetapi semua orang dan kesempatan layak untuk dicoba, kan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines