We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Eleven Days

Eleven Days

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 11, 2023
WpInfo
Fiction
Social Themes
Tokohnya adalah Zyan Fath, laki-laki yang mampu meluluhkan hati seorang Humaira El-Haq hanya dalam waktu sebelas hari. "Saya akan menghubungi kamu empat tahun lagi" Ucapnya pada Humaira yang berusaha meredakan tangis. "Kamu berjanji?" Humaira berkata lirih semakin menundukkan pandang "Saya tidak berjanji Humaira, tapi saya akan berusaha, bisa saja setelah kuliah kamu menemukan laki-laki yg jauh lebih baik daripada saya, saya akan mengikhlaskan kamu". Zyan menghela napasnya sebentar, berusaha menyakinkan diri bahwa semua akan baik-baik saja, perlahan tapi pasti, bibirnya menarik senyum tipis. "Semoga saja Allah memberi kita takdir baik untuk bersama, setelah kita sama-sama meraih ridhoNya"
All Rights Reserved
#9
jalaluddinrumi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STUCK
  • SEMESTA YANG KU CARI
  • Assalamu'alaikum Cinta (Slow Update)
  • LINE OF DESTINY
  • Humaira Az-zahra
  • SERIBU HADITS✓
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • EDAMAME [TAMAT]
  • Setulus Kasihmu (End)
  • El Untuk Eca
STUCK

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines