Nano Nano

Nano Nano

  • WpView
    Reads 233
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 11, 2023
Perselisihan antara benci dan cinta di masa sekolah memang selalu mendebarkan. Masa-masa yang akan menjadi kenangan manis untuk pejuangnya. Namun berbeda dengan Manda. Gadis yang memang di sukai setiap orang karena tumbuh menjadi gadis yang imut dan manis bahkan ketika ia menangis. Gadis yang di sukai banyak orang itu tidak menutup kemungkinan membuat orang lain menjadi sesangsara hanya karena tingkahnya itu. Manda tidak tahu sama sekali kalau sikapnya yang cuek dan hanya peduli pada orang yang ada di dekatnya akan menjadi boomerang sendiri untuknya. Bagaimana Manda akan menghadapi sesuatu yang tak dapat ia prediksi? Apa yang Manda lakukan jika seseorang mengakhiri hidup karenanya?
All Rights Reserved
#10
nanonano
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Always Waiting for You
  • All About You [END]
  • My Perfect Rival
  • Bad-Boy (Complete)
  • HALOALKANA
  • Ananda✔️
  • ARDHANI [ On-going ]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • ANANTA [COMPLETED]
  • DRABIA [END]

Menyukai seseorang dan berharap orang itu juga menyukai kita adalah hal yang wajar. Pasti semua pernah merasakannya, namun pernahkah kau menyukai seseorang, tapi tidak berani mengungkapkannya? Kau hanya bisa memandanginya dari jauh sambil berharap, mungkin saja keajaiban datang dan akhirnya dia bisa memiliki perasaan yang sama denganmu. Itu lah yang dirasakan Manda saat ini. Sejak Manda duduk di bangku SD, ia sudah menyukai Nathan. Saat itu, Manda terlalu malu untuk mengungkapkan perasaannya, sampai akhirnya Nathan tidak melanjutkan ke SMP yang sama dengan Manda. Rasa cinta yang Manda pikir telah menghilang itu kembali lagi saat Nathan masuk SMA yang sama dengannya. Manda tidak bisa mengalihkan Nathan dari pandangannya. Meskipun begitu, ia tidak berani mengungkapkan perasaannya. Manda hanya bisa memandangi Nathan dari jauh, dan menunggu Nathan untuk menyadari keberadaannya. Sama halnya dengan Rio. Rio adalah teman Manda sejak kecil. Ia adalah orang yang paling mengerti dan sangat mencintai Manda. Sama seperti Manda, Rio juga tidak bisa mengungkapkan perasaannya. Ia hanya menunggu Manda, sampai Manda bisa mengalihkan pandangannya dari Nathan. Ketika pada akhirnya, Manda dan Rio lulus, mereka memutuskan untuk melanjutkan studi mereka di Seoul, Korea Selatan. Rio berpikir Manda akan menyadari ketulusannya, namun ia salah besar. Munculnya Jungmin, sahabat Rio yang mirip dengan 'sosok' Nathan, membuat Manda lagi-lagi tidak bisa mengalihkan pandangannya. Mampukah mereka mengungkapkan perasaan mereka masing-masing, jika kehilangan adalah salah satu konsekuensinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines