Dua orang yang saling mencintai, menyayangi, sudah sama-sama mengutarakan perasaan masing-masing tapi tidak memiliki status dalam hubungan?
Alvano begitu menyayangi Aira, begitupun sebaliknya. Aira selalu memberikan kabar tentang dirinya kepada Alvano, begitupun Alvano. Aira selalu menceritakan apapun yang terjadi padanya, apapun itu. Gadis cerewet itu tidak bisa diam kalau ada yang belum diceritakan pada Alvano, hal yang tidak penting pun tidak akan terlewatkan oleh Aira. Tetapi tidak dengan Alvano, cowok itu hanya menceritakan yang perlu diceritakan, terkadang hal tidak penting juga bisa diceritakan Alvano tapi tidak sesering Aira tentunya. Alvano itu bisa dibilang cuek tapi bisa juga dibilang tidak cuek, kalau kata Aira sih receh.
Perjalanan cerita mereka berlangsung cukup lama. Sudah bersama cukup lama, bisa dibilang kalau Aira cukup mengenali Alvano lebih dalam, dan sebaliknya. Hubungan mereka sudah diketahui oleh masing-masing keluarga, keluarga mereka juga tidak masalah dengan hubungan mereka dan menganggap kalau mereka sudah berpacaran. padahal mah cuma HTS ygy.
Tapi, tiba-tiba Alvano meninggalkan Aira dengan alasan ingin memperbaiki diri dan fokus pada kehidupannya. Alvano berfikir bahwa mereka masih terlalu dini untuk menjalin kisah asmara. Memang benar adanya, karena Aira baru saja masuk SMA dan Alvano baru saja masuk SMK.
Jelas Aira terkejut dan sakit hati dengan Alvano. Ia fikir Alvano berbeda dengan laki-laki lain karena sifat Alvano yang Aira kenali tidak seperti cowok yang bisa dibilang suka menyakiti. Tapi Aira salah besar karena orang bisa menyakiti dengan cara yang berbeda-beda. Alvano membohonginya, ia bukan merubah diri tetapi malah memiliki hubungan dengan perempuan lain.
Penasaran gimana kelanjutannya? Cuss langsung mampir aja.
Ini cerita aku yang pertama ya guys jadi maaf kalau masih banyak kata-kata yang masih kurang. Dan ini murni dari pemikiran aku sendiri!!
Jangan lupa vote dan komen:)
"Seharusnya ini cinta bukan benci
tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu.
Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir.
"Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy.
****
*Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊