SILENT
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 15, 2024
Di umur yang bukan lagi kanak-kanak ini, aku dipaksa meredam emosi. Kata 'sabar' hanyalah ilusi untuk mengelabuhi. Seseorang mengatakan bahwa ada beberapa keadaan yang tidak akan mengizinkan diri bersuara, namun bagiku semua keadaan tidak pernah memberi kesempatan untuk berkeluh kesah tentang yang kurasa. Aku cukup muak saat orang-orang menilai diriku adalah orang yang kuat, inginku berucap "aku terpaksa!" namun apalah daya? aku hanya gadis biasa yang tidak boleh bersuara.
All Rights Reserved
#527
familyissues
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R I N D U
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • help me!! [ End ]
  • Junior (Ended)
  • Di Balik Nama Zella
  • Hopeless

"APA HARUS AKU MENERIMA KALIAN SETELAH KALIAN MELUPAKANKU?,DIMANA HATI KALIAN AKU TIDAK BUTUH UANG DARI KALIAN YANG AKU BUTUH HANYA WAKTU DAN KASIH SAYANG KALIAN". "Selama ini aku sendirian. Aku menelfon kalian tapi apa kalian menjawab?TIDAK , Aku butuh kalian, apa kalian tau aku sakit?aku rasa tidak.aku butuh tempat untuk bercerita ah mungkin aku hilang pun kalian tidak akan perduli benarkan?". "Jika kalian menginginkan aku pergi aku akan pergi tenang saja" "Kami minta maaf " lirihnya "Jangan aku ingin memperbaiki ini" "Kumohon jangan" "Beri kami kesempatan" "Aku harap kamu tidak melakukan itu" "Aku berjanji untuk terus bersamamu" #sad -khusus untuk 15 yg keatas. -jangan lupa Vote -Terimakasih

More details
WpActionLinkContent Guidelines