cerita ini hanya menceritakan keterpurukan 2 anak kembar berusia 18 dan hanya memiliki setitik kebahagiaan yang setidaknya mereka miliki untuk bertahan hingga akhir.
"kesedihan ini yang mempertemukan kita dan juga memisahkan kita"
"setidaknya langit pernah menjadi saksi sedikit kebahagiaan ini"
"mah.. pah.. kita cuman pengen bahagia.. apa susah untuk kita bisa bahagia?"
"KALIAN TUH GAK PANTES HIDUP TAU GAK!! SANA MATI AJA SEKALIAN!!!!"
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Disclaimer tokoh dan tempat di cerita ini hanya fiksi tidak untuk dibawa ke kehidupan nyata
Yang ga suka bisa skip aja ga maksa
update hari Jumat dan Minggu
Happy reading, hope you like it.