Bait-bait Rasa

Bait-bait Rasa

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 6, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Project with Luna Literacy "Kamu masih ingat saat itu? Aku menawarkan hubungan, yang jelas aku tahu jawabannya apa. Lalu dengan egoisnya, aku tetap memaksa." Pria itu menjeda kalimatnya. Menegakkan punggung, dengan kedua siku bertumpu pada meja. "Tapi kalo sekarang, dengan waktu yang terbuang habis, serta keadaan yang telah berubah. Seandainya aku menawarkan sebuah pernikahan, apa jawabanmu?" Telak. Lawan bicaranya terhenyak untuk beberapa saat. Benar, waktu sudah berlalu, keadaan pun sudah berubah. Namun, apakah bisa dipastikan perasaan pria itu tidak berubah untuknya? Lalu justru debar yang ia rasakan saat ini, apa itu artinya? Ia tidak ingin berharap lebih. Apalagi teringat penolakan terang-terangan yang dirinya berikan dulu. Juga kata 'seandainya' yang tersemat pada kalimat tanya pria itu. "Seandainya 'kan?" "Iya." "Maka jawabannya tetap sama kayak dulu. Aku menolak," ucapnya lugas. Covver by: @Oyyvve_
All Rights Reserved
#618
berbeda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Future (new version)
  • menggenggammu (end)
  • (N)ever Be Real [END]
  • Virtual distancing
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • syanin
  • Antara Teman dan Teman Hidup
  • Side Chick ✅️
  • SEHINGGA CINTA + BIDADARI HAQIF LUTHFI

Mungkin sebagian sudah pernah baca cerita ini dengan nama tokoh lain. Ini bukan aku menjiplak karya orang, tapi ini memang karyaku yang hanya aku revisi aku rombak dan aku ubah nama tokohnya supaya bisa dibaca semua orang. Jadi jangan beranggapan kalau aku plagiat karya orang ya. Kamu bersamaku, jiwamu di dekatku. Tapi kenapa aku tidak tahu semua tentangmu. Aku pikir setelah jauh mengenalmu kamu sudah bisa terbuka kepadaku. Ternyata tidak, seakan banyak rahasia yang kamu sembunyikan. Lalu apakah aku memang memiliki tempat spesial di hatimu atau hanya pengisi kekosongan sementara. Di mana kamu akan pergi jika memang sudah mendapat yang lebih baik dariku? Dan aku hanya sebatas pengganti dia yang ada di masa lalumu? Tak bisakah aku menjadi masa depanmu? Di mana hanya ada kamu dan aku, kita berdua. -Iqbaal Pradipta Seandainya aku bertemu denganmu sebelum aku bersamanya mungkin keadaannya tidak serunyam ini. Tapi aku tidak menyesal karena bagaimanapun juga masa lalu itu memang harus ada. Bukannya aku tak mau jujur, hanya saja aku tidak bisa jika kamu menginginkan hanya ada kita berdua karena aku sudah harus bertanggung jawab pada malaikat-malaikat kecilku. Aku hanya takut jika yang lalu akan terulang lagi dan menyisakan aku yang terpuruk lagi. Selamat datang di masa depanku, yang banyak berisi tentang teka-teki yang mungkin sulit untuk kamu pahami. -Anastasya Lee

More details
WpActionLinkContent Guidelines