Bait-bait Rasa

Bait-bait Rasa

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 6, 2023
Project with Luna Literacy "Kamu masih ingat saat itu? Aku menawarkan hubungan, yang jelas aku tahu jawabannya apa. Lalu dengan egoisnya, aku tetap memaksa." Pria itu menjeda kalimatnya. Menegakkan punggung, dengan kedua siku bertumpu pada meja. "Tapi kalo sekarang, dengan waktu yang terbuang habis, serta keadaan yang telah berubah. Seandainya aku menawarkan sebuah pernikahan, apa jawabanmu?" Telak. Lawan bicaranya terhenyak untuk beberapa saat. Benar, waktu sudah berlalu, keadaan pun sudah berubah. Namun, apakah bisa dipastikan perasaan pria itu tidak berubah untuknya? Lalu justru debar yang ia rasakan saat ini, apa itu artinya? Ia tidak ingin berharap lebih. Apalagi teringat penolakan terang-terangan yang dirinya berikan dulu. Juga kata 'seandainya' yang tersemat pada kalimat tanya pria itu. "Seandainya 'kan?" "Iya." "Maka jawabannya tetap sama kayak dulu. Aku menolak," ucapnya lugas. Covver by: @Oyyvve_
All Rights Reserved
#302
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Virtual distancing
  • BAGAIMANA MALAM INI? KAMU SUKA? [END]
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Dear Future (new version)
  • syanin
  • menggenggammu (end)
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Save The Date!

Udin: Lo masih suka ngirim meme gak? Nala diem. Mata fokus, hati bingung. "Ini cowok baru nyapa langsung tanya meme? Apa kabar dulu kek?" Tapi ya... itu memang Udin. Zaman dulu juga random-nya gak ada obat. Dia senyum kecil yang cepet ilang begitu mikir: "Gue beneran mau balesin dia lagi? Gak trauma, La?" Karena ya, dulu tuh Nala udah kayak customer tetap di restoran PHP: •Pesan harapan, •Dikirim kecewa, √Bayarnya pake overthinking. "Gue harus seneng gak, sih?' Dulu, Udin itu tempat dia kabur pas dunia nyata chaos. Tapi ternyata, cuma dia yang stay di dalam obrolan itu. Cuma dia yang invest feel. Cuma dia yang stay up mikirin lanjutan chat jam 3 pagi. Pas Udin tiba-tiba ngilang? Ya udah, Nala uninstall harapan. Log out dari rasa. Bersihin cache memori. Dari situ Nala belajar satu hal: expectation kills vibes. Tapi sekarang... Si Udin muncul lagi? "Ni orang beneran kangen? Atau cuma kehabisan konten di dunia nyata?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines