Seberkas Harapan

Seberkas Harapan

  • WpView
    Membaca 29
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Agt 15, 2023
Sajak ini bermula dari putaran waktu bersamamu nona dan tuan. Seorang gadis yang telah lama berkelana dalam kesendirian. Tidak memikirkan perihal pujaan hati, bukan dia tidak mau tetapi dia menguburnya dalam-dalam. Setelah melewati drama kehidupan bak sinetron sesuai rancangan sutradara. Benar saja, kehidupan yang dilalui Ika adalah rancangan Tuhan. Bahkan kehidupan yang dilaluinya kini serasa ada yang kurang. Punya keluarga, punya rezeki titipan Tuhan, punya sahabat yang comel dan sedikit nyinyir, punya senyum yang manis, punya tubuh yang sehat, semuanya lengkap sebagai pengisi kebahagiaan tetapi tidak ada pengusir kerinduan. Semenjak tidak ada pertemuan dengan dia, semuanya telah berubah. Masih terngiang-ngiang ucapannya, tetapi dia hanya kenangan. "Jika kamu telah berubah sejauh ini, kenyataan bahwa kamu pernah ada di masa lalu, tidak dapat dipungkiri. Aku menerima setiap keputusanmu. Namun, aku menolak untuk tidak memperjuangkanmu, kemanapun kamu akan pergi, doaku selalu akan bersamamu, akan kulangitkan setiap harapan untukmu. Jika kita berjodoh, maka kamu adalah Zulaikha dan aku adalah Yusuf. Terima kasih, Nona." Dalam pikiran gadis itu berharap ada sedikit harapan, jangan sepilu senandika jingga. Jika semuanya telah terbatas, maka akan ada keajaiban lewat usaha dan doa yang selalu dilangitkan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#726
diksi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jodoh Kedua (END)
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)
  • Yang Pernah Patah
  • Narasi patah hati
  • HUJAN WAKTU ITU
  • Meneroka Jiwa 2
  • Di antara dua sujud
  • Gus Bara
  • Air Mata Cinta
  • KHALISA🖤

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan