Circle

Circle

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 19, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Salma harus merelakan untuk tidak ikut dalam keseruan masa orientasi di SMA nya karena ia sakit dan harus di opname selama seminggu. Sialnya ia sangat buruk dalam berbaur dengan sekitar. Apalagi ketika pertamakali masuk kelas dan tidak ada siapapun yang ia kenal dalam kelas itu, sedangkan yang lain sudah mulai akrab dan berkelompok. Lynne atau biasa akrab disapa Yayang, satu-satunya teman dekatnya ketika SMP itu malah masuk jurusan yang berbeda dengannya, otomatis mereka tidak sekelas. "Tenang aja, lu sekelas sama the most wanted seangkatan kita! Omaygad Salma, hoki banget sih lu." Suara Yayang gak pernah pelan, pusing Salma sebenarnya. Tapi cuma Yayang temannya disini. Yayang sudah menceritakan apa saja yang terjadi ketika MOS, tetapi semua cerita itu di dominasi oleh Mirza. Siswa yang seangkatan dengan mereka dan jago bahasa inggris. "Perasaan ga aneh kalau jago bahasa inggris, banyak kok yang jago. Lu juga jago! Kalau lu lupa, kita kan SMP bilingual." Pikir Salma yang memotong penjelasan panjang lebarnya Yayang. "Mirza ini beda Salma! Nanti coba lu perhatiin, mata dia itu coklat terang, rambut agak kecoklatan tapi lebat mana bagus banget, minta dielus. Terus ya, dia ini logatnya beda dari orang indonesia, kayak bule beneran. Barbie Ken nya SMA TERI lah pokoknya!" Yayang semakin menggebu-gebu menceritakan soal Mirza. Dari awal Salma sudah yakin bahwa ia tidak akan bisa berteman dengan Mirza. Sebenarnya Salma termasuk pintar, ia masuk 5 besar di tes masuk SMA ini. Tapi ia akan minder jika melihat orang yang dapat berbicara bahasa inggris dengan fasih. Kelemahan Salma adalah speaking. Tanpa Salma sadari bahwa Mirza akan mendatangkan segerombolan manusia lainnya untuk Salma urus. Menyebalkan sih, tapi Salma jadi merasa tidak sendirian lagi. ------------------------------- Since Maret 2023.
All Rights Reserved
#31
ekskul
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Pers Kampus 3.0 ✔
  • Former Memories
  • BINTANG DI LANGIT ABU ABU
  • Don't Talk About Money
  • JAM 3 SORE
  • Saranjana [END]
  • Davidson || END
  • DLS [ 2 ] Ansellina
  • Love's Serendipity

Sekolah. Sekedar- ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka yang menggerogoti jiwa pelan-pelan. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines