Unspoken Love

Unspoken Love

  • WpView
    Reads 5,835
  • WpVote
    Votes 2,549
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 26, 2025
WpInfo
Fanfic
Supernatural
"Gue inget kita pernah ketemu sebelumnya." Namanya Ayesha Gabriella. Gadis bisu yang tumbuh dewasa tanpa sosok Ibu. Ia lahir dengan berjuta harapan besar yang di berikan oleh Bapaknya. Hidup yang tadinya sendu karena tak banyak orang yang mau berteman dengannya, kini berubah menjadi berwarna saat datang seorang murid berhijab yang mau menjadi temannya. Dan... sosok lelaki bertubuh atletis penyuka musik itu juga datang melukiskan memori percikan indah pada hidupnya. "Waktu terkahir gue tawuran, gue sempet lihat lo berdiri di balik pohon kayak orang linglung. Kalo orang lain mungkin lihat remaja tawuran ya pergi kalang kabut, cari bantuan kek atau apa, lah lo? Malah nonton." "Tapi di pikir-pikir, ribet juga setiap gue ngomong dan lo harus nulis jawaban. Gimana cara mudah buat ngatasinnya?" "Kalau begitu, belajar BISINDO. Karena dengan itu kamu bisa lebih cepat memahami gerakan isyaratku." Jawab Ayesha pada secarik kertas. --------------------------------- [Fiksi remaja, Sekolah, Angst] --------------------------------- Siapin mental, tissue, dan camilan kalian buat baca cerita ini okeyy... ⚠️HARAP REFRESH CERITA SEBELUM MEMBACA!!! [UPDATE SETIAP HARI RABU] [ON GOING] [BIJAKLAH DALAM MEMBACA] *terdapat kata-kata kasar *mohon maaf, masih terdapat kesalahan dalam penulisan *belum revisi Cerita ini hanya fiksi belaka, maaf jika ada kesamaan nama tokoh, judul, ataupun alur cerita. Cerita ini murni hasil pemikiran saya. Writen originally by : orangesunset18 Cover by : Canva Mulai : Senin, 5 Februari 2024 Tamat :
All Rights Reserved
#280
bisu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • 3 Dimensi
  • 01.00
  • Alletarez
  • 02.00
  • Hypocritical (Zeedel)
  • SKALETTA [END]
  • AGAVAN (H I A T U S)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines