ARAH
  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 15, 2023
"Jadi perempuan kok gatau malu. Softex bekas pake bukannya dibuang malah dibiarin di kamar mandi. Dikira kita pembantunya kali!" ___________________________________ "Dari pagi kamu disini dan baru selesai 97 soal? Ngapain aja kamu daritadi?!" "Sekali lagi kamu berusaha keluar dari sini, bukan cuma kamu yang kena, tapi dia." ___________________________________ "Kita cuma ada telor di kulkas, Nak. Nanti bagi dua sama adikmu ya." "Kamu kalo gabisa fokus kerja, mending gausah dateng sekalian!" ___________________________________ Dunia Viola, Orion dan Adnan memang berbeda. Tapi hubungan diantara mereka membuat mereka saling menguatkan juga saling menyakiti. __________________________________ ⚠️ Jangan lupa follow 😊 (Maaf kalau ada bahasa dan tanda baca yang belum sesuai. Aku cuma manusia biasa)
All Rights Reserved
#277
kisahanaksma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 9096 (Complete)
  • AZAM : Satu Langit Dua Doa
  • Marriage, Not Dating
  • Rumah Penuh Cerita
  • Two Wedding
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Best Friend (NAVISA)
  • FRIENDzone (Completed)
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • Kamu

(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines