Indigo

Indigo

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 29, 2023
Audian Indigo Dirgantoro, namanya. Akrabnya, Digo. Seorang remaja laki-laki yang kemarin malam baru saja meniup lilin berbentuk angka satu dan tujuh, dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dengan tulus. Betapa terharu hatinya, lengkap sudah kebahagiaannya. Namun sayang, itu hanya sepersekian detik sebelum semua kebahagiaan miliknya saling berpilin, berputar, merajut simpul runyam, dan berakhir menjadi seonggok benang kusut. Di tengah kebingungannya menentukan apa dan siapa lagi yang bisa ia percaya, di tempat realita dan fana tak lagi nampak perbedaannya, di saat diri tak lagi berdaya, dengan seluruh keteguhan hati yang masih tersisa setelah badai keraguan dalam nuraninya sirna, Digo menggenggam erat keyakinan bahwa presensi perempuan itu, Biru, itu nyata adanya. Disclaimer: Cerita ini adalah murni ditulis ide penulis. Apabila ada kesamaan nama, tokoh, atau tempat, itu hanyalah kebetulan belaka.
All Rights Reserved
#981
indigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY ADORABLE NEIGHBOR
  • [Remake] Sixth Sense: Axa's Indigo
  • LOVE ME, HEAL ME
  • Let Me Be Yours (Igna-Daffa story)
  • Menunggu
  • INDIGO 2 ✓
  • BUCIN MAS ARSITEK [ SUDAH TERBIT ]
  • 𝐈𝐧𝐝𝐢𝐠𝐨 𝐌𝐞𝐧 - 𝐌𝐢𝐧 𝐘𝐨𝐨𝐧𝐠𝐢 [𝐄𝐍𝐃✓]
  • Bisikan Hawa

Apa jadinya jika ruang gelap yang dingin dihadapi oleh benda berkilau yang hangat? pasti menakjubkan. Gadis kecil yang awalnya ogah-ogahan pindah rumah sampai tantrum berkali-kali tetapi berubah pikiran dalam waktu beberapa hari. Lira kecil menemukan hal menarik yang membuat dirinya ingin menetap, alasannya Narendra Ezra Putra. Bocah laki-laki sebrang rumahnya yang tidak pandai bersosialisai namun sangat menawan, Lira sampai jatuh hati loh. Beranjak dewasa tidak banyak mengubah sikap Aren, tetapi hubungan dan ikatan mereka tidak bisa disepelekan. Seperti saat di sekolah menengah atas. "Lira Lira!" seorang pria dengan wajah memar dan baju kusut berjongkok dihadapan Lira yang sedang berpangku tangan, dia menatap heran. "Si Narendra itu monster, engga pandai berteman dan sekarang mau jadi preman." Nada adu domba yang pekat. Lira tersenyum lebar, matanya membentuk bulan sabit, "Benarkah?" kepalanya menoleh ke arah pintu kelas, dia menghampiri laki-laki yang berdiri tegak ditengah pintu, lalu "Hebat! Aren mulai berubah perlahan." Matanya berbinar sambil mengusap rambut Aren bangga. Satu kelas ternganga, adegan macam apa ini? Orang adu jotos malah diapresiasi, arena tinju, kah? Lira mungkin lahir dengan segudang dukungan dan cinta kasih di sekelilingnya, dia tidak akan redup hanya karena satu orang meninggalkannya. Namun, Narendra bisa kehilangan cahayanya jika Lira tidak lagi memedulikannya. #1ceritapendek (25/6/26) 22 Januari 2025💐 Cover by pinterest Edit by canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines