Audian Indigo Dirgantoro, namanya. Akrabnya, Digo. Seorang remaja laki-laki yang kemarin malam baru saja meniup lilin berbentuk angka satu dan tujuh, dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dengan tulus. Betapa terharu hatinya, lengkap sudah kebahagiaannya.
Namun sayang, itu hanya sepersekian detik sebelum semua kebahagiaan miliknya saling berpilin, berputar, merajut simpul runyam, dan berakhir menjadi seonggok benang kusut.
Di tengah kebingungannya menentukan apa dan siapa lagi yang bisa ia percaya, di tempat realita dan fana tak lagi nampak perbedaannya, di saat diri tak lagi berdaya, dengan seluruh keteguhan hati yang masih tersisa setelah badai keraguan dalam nuraninya sirna, Digo menggenggam erat keyakinan bahwa presensi perempuan itu, Biru, itu nyata adanya.
Disclaimer:
Cerita ini adalah murni ditulis ide penulis. Apabila ada kesamaan nama, tokoh, atau tempat, itu hanyalah kebetulan belaka.
Cover by: @Ryda_Riz
Menjadi seorang indigo itu tidak mudah apalagi harus berurusan dengan hal-hal di luar nalar.
Axa Pratama, seorang pemuda yang memiliki Indra keenam sejak dia berusia 6 tahun.
Penasaran ikuti ceritanya.
note: Cerita ini merupakan versi remake dari judul yang sama namun aku membuatnya dengan nuansa yang berbeda.
Dilarang mengcopy paste cerita ini, plagiat dilarang mendekat. kayak karyanya bagus.