We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pesan terakhir Abang [On Going]

Pesan terakhir Abang [On Going]

  • WpView
    Reads 507
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 22, 2023
WpInfo
Fanfic
NCT
Karya ke 2 cerita ini aku ambil dari kisah nyata tapi alur ceritanya aku tidak kasih sama dengan kisah nyata kisah nyata hanya 40% hehe terimakasih atas votenya/folow nya "nanti Abang buatin rumah untuk kedua Adek Abang" "nanti kalian semangat kejar cita-cita kalian nya" "Adek Abang tidak suka nyerah dan nangis" "nanti kalo Abang duluan pergi ikhlaskan Abang nya" "rumah nya nanti paling indah deh haha" "Abang Kenapa duluan pergi" Ig : @urme.mila terimakasih sekali lagi atas vote nya cerita ke satu ku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • Adek Abang || END
  • Hate & Love- Na Jae Min
  • magenta [✔]
  • Izinkan Aku Mengisi Hatimu
  • NA DAY'S | Na Jaemin [END]
  • My STEPBROTHER X Na Jaemin
  • Perfect [Na Jaemin] [✔️]
  • HERLAN DIRGANTARA [haechan&johnny]

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines