HALAZIA
  • WpView
    Reads 86
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 19, 2025
Mars....Planet yang tak mungkin dihuni oleh manusia, mulai membentuk peradaban. Waktu membuat planet merah itu menjadi hidup dan ditinggali manusia. Tanah, air, udara didapatkan manusia di tempat itu dalam jumlah terbatas. Hal itu yang menjadi penyebab utama munculnya kelas sosial yang menciptakan dunia gelap di planet merah tersebut. Di dunia gelap, manusia tidak mendapatkan persediaan air, udara ataupun tanah yang mampu dijadikan media untuk dihidupi tumbuhan. Keterbatasan didunia gelap menjadikan tempat ini suram, dan sering di hiasi kekerasan yang berujung dengan pertumpahan darah dalam setiap perebutan tiga benda berharga bagi manusia. Dalam titik putus asa, satu dari banyaknya manusia penghuni dunia gelap memutuskan kembali ke bumi, dimana peradaban manusia muncul. Tempat yang diyakininya memiliki udara, air dan tanah tanpa batas. Yang bisa membuatnya hidup tanpa ada pertumpahan darah dan kekerasan. Akankah perjalanannya kembali ke Bumi berhasil? Mampukan dia yang berasal dari dunia gelap menciptakan dunia yang bersinar? HALAZIA
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • lari ke Dunia Baru
  • [✔]Amnesia . JoongHwa
  • Home?
  • Putih [Gongfourz and Shindo/Yudoz] ✅
  • Moon in the middle of two suns
  • ɪɴᴠᴀꜱɪᴏɴ - ᴀᴛᴇᴇᴢ
  • When Tinkerbell meets Howl | Johnten (Ongoing)
  • Toko bahan pertanian saya melalui antarbintang(END)

Tahun 2180, Pluto menyelesaikan orbit penuh mengelilingi Matahari untuk pertama kalinya, namun dunia yang dikenal manusia telah hancur. Perang Dunia Ketiga dan radiasi memusnahkan hampir seluruh peradaban, membuat atmosfer bumi beracun dan lahan subur berubah menjadi padang pasir beracun. Shelter yang tersembunyi di wilayah yang kini tak lagi dikenali peta dunia, menampung dua ratus penyintas yang masih hidup. Dinding shelter yang dulunya kokoh kini mulai retak, sistem ventilasi gagal, dan udara semakin tipis serta beracun. Ini adalah satu-satunya perlindungan yang tersisa. Di dalam shelter, sepuluh individu-Kiyoshi, Kanna Hashimiya, Lee He Jun, Park Chae Young, Rizuki Lakamoto, Ranto, Marcos, Ahmad, Sumanto, Amara, dan Sari-memiliki peran penting dalam kelangsungan hidup mereka. Masing-masing membawa keahlian dalam ilmu pengetahuan, teknik, militer, dan kepemimpinan untuk bertahan hidup. Tanpa mereka, shelter mungkin sudah runtuh atau jatuh dalam kekacauan. Kiyoshi berusaha mencari cara melawan efek radiasi, Rizuki mencoba membangun teknologi untuk menyelamatkan shelter, dan Lee He Jun serta Park Chae Young, meski bukan saudara sedarah, saling bergantung dalam bertahan hidup. Namun, ancaman terus datang. Persediaan habis, penyakit menyebar, dan konflik internal mengancam ketahanan shelter. Di antara dokumen lama yang ditemukan, ada rencana perjalanan waktu yang bisa mengubah sejarah-jika mereka dapat menemukan teknologi untuk kembali ke masa lalu, apakah mereka bisa mencegah perang atau takdir sudah tertulis? Dunia terus berjalan menuju kehancuran, dan di luar shelter, badai radioaktif semakin mengancam, menciptakan mutasi berbahaya yang mengawasi mereka. Bencana telah dimulai, dan ini baru awal dari segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines