I see fire

I see fire

  • WpView
    Reads 324
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 12, 2015
Aeril Widyanto masih duduk di bangku kelas 2 menegah atas. Kerjaannya keluar masuk ruang BK. Cewek somplak, iseng, galak, dan toa. Bisa disebut Preman Sekolahan. Kejahilannya lah yang mampu mengangkat namanya. Gak pernah mengenal apa itu cinta dan pacaran. Kerjaannya tiap hari berantem. David Santoso sekelas dengan Aeril. Bisa dibilang Musuh Bebuyutannya. Berparas tampan, cerdas, dan playboy. Sama somplaknya dengan Aeril. Sifatnya 345 346 lah sama Aeril. Kagak pernah akur, sampe bapaknya kong Xuan idup lagi. Keluarga Widyanto bingung kenapa mempunyai anak bandelnya minta dinikahin. Mereka ingin memperbaiki sifat Aeril, tetapi di sisi lain mereka hanya bisa melambaikan tangan ke kamera. Satu ide muncul di otak berkepala botak Pak Widyanto the one and only bapaknya Aeril. Ia memutuskan akan menjodohkan Aeril dengan anak lelaki mantan pacar bapaknya Aeril. Lelaki itu adalah David. Sanggupkah Aeril terikat hubungan dengan David ??
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rieril
  • BadGirl
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
  • Gossip Us - Go Ship Us
  • Di Dalam Sangkar [COMPLETED]
  • DAVID OR DEVIL? || [TAENNIE] [ON GOING]
  • AILAH(END)✅
  • Princess and The Devil(21+)✔
  • KUTU BUKU (TELAH TERBIT)
  • My former senior become my Wife
Rieril

Menyadari keberadaan Eril, Eyra buru-buru mengusap wajahnya. Eyra kembali menoleh, kini dengan senyum manisnya seakan tidak terjadi apa-apa. "Ngapain?" Tanya Eril yang dijawab gelengan ringan dari Eyra. Eril ikut duduk di samping Eyra "ketahuan banget." Ujarnya lalu menarik Eyra ke dekapannya. "Eril Apa-apaan sih?" Kesal Eyra berusaha melepaskan diri. Bukannya melepaskan, Eril malah semakin mengeratkan pelukannya. "Udah, nangis aja gak ada yang liat juga." Mendengar itu Eyra berdecak "ngapain sih, dateng-dateng malah nyuruh nangis" katanya, kali ini sudah tidak ada penolakan di dalam dekapan Eril. "Gue gak tau masalah lo apa, tapi gue bisa ngerti lo ada masalah" ujarnya menepuk-nepuk bahu Eyra. "Gak usah ngejawab!" Tanpa diminta lagi, tangis Eyra pecah. Eyra menangis bersandar di dada Eril. Gak usah ngira ngira, kisahnya gak semenyedihkan itu kok. Penasaran kelanjutannya? Yok! Ikuti kisah satu ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines