Aku Dan Dia (ON GOING)

Aku Dan Dia (ON GOING)

  • WpView
    Reads 1,789
  • WpVote
    Votes 575
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Tue, Apr 11, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog. "Disini Dingin dir,Kita pulang aja yuk". Alby membujuk Dira agar ingin pulang bersama nya. Dira kembali berjalan menjauhi Alby ditengah hamparan malam dengan air mata yang terus mengalir. Sakit sungguh sakit yang ia rasakan. "Tega ya kamu, Ayo putus.." Alby tidak terima dengan perkataan Dira lalu menampar Dira dengan keras. PLAKK.. "GILA KAMU,AKU GAMAU!!". Tegas alby pada Dira. Dira menatap Alby dengan kecewa dan mata yang berkaca-kaca.. "Aku capek Alby,apa yang enggak aku kasih ke kamu tapi kamu tega giniin aku? Kenapa harus AKU DAN DIA!". Tangisnya pecah seketika di iringi guyuran hujan deras dimalam itu.
All Rights Reserved
#655
terimakasih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • After You, The Rain Felt Different
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Farabie
  • F A K E ? [End]
  • Liora
  • ALYA
  • Z A L E R A
  • ADYRA
  • Don't Talk About Money
  • Doubt

"prolog" Aku selalu percaya, setiap hujan punya kenangan. Dan Bandung... menyimpan kita di antara rintiknya. Dulu, kita pernah berjalan di jalan yang sama. Saling genggam tangan, saling percaya bahwa kita akan bertahan meski apa pun yang terjadi. Tapi waktu, entah kenapa, pelan-pelan mengubah semuanya. Bukan karena kita berhenti mencinta, tapi karena kita berhenti saling memahami. Kita tumbuh... dan entah sejak kapan, kita juga menjauh. Aku masih ingat, kamu yang dulu suka nyore di taman sambil dengerin lagu-lagu mellow, bilang hujan bikin kamu tenang. Sementara aku, cuma bisa duduk diam di sebelahmu, berharap kamu nggak sadar kalau aku selalu ngeliatin kamu lebih lama dari seharusnya. Semuanya indah-sampai kita salah paham. Sampai kata-kata jadi senjata, dan cinta jadi luka. Sekarang, setelah waktu memisahkan kita, aku cuma bisa bertanya dalam hati: Kalau kita dulu sedekat itu... kenapa akhirnya kita jadi dua orang asing di kota yang sama?

More details
WpActionLinkContent Guidelines