Eleven Different

Eleven Different

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 17, 2023
Yang namanya jodoh, mati, bahagia, dan celaka sudah jadi ketentuan yang Maha Kuasa. Aku tidak menyesali takdir yang saat ini aku terima dan sedang aku jalani, andai saja aku boleh memilih untuk pergi ke masa lalu dan memilih jalan satunya lagi, mungkin ceritanya akan lebih indah, tidak ringan seperti ini bak ruang hampa dan kosong. tidak ada life goals, tidak ada mimpi lagi soal masa depan. Semuanya tinggal dijalani tanpa banyak berani berharap. Tapi syukurku sampai hari ini adalah aku memiliki dia yang membuat hidupku seringan ini, tidak perlu banyak berfikir dan bekerja keras. cukup jalani saja. Walaupun dia bukan orang yang sempat aku mimpikan waktu dulu. Setidaknya dia sudah menyelamatkan hidupku dari jurang kemiskinan dan kekurangan kasih sayang dari sosok ayah. ~Ayesha Danira~ Based On True Story.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • COUPLE IN LAW [COMPLETED]
  • Katanya Mah JODOH!!
  • enemy be lover
  • Dari Askar Untuk Alisha [END]
  • Tak Sejalan
  • Males, ribet.
  • Ketika Cinta Mulai Menyapa
  • Finally, I Found You
  • Cinta di Balik Jodoh
  • Istri Muda

Melia tidak menyangka momen konyol seperti ini akhirnya terjadi di dalam hidupnya. Ia sudah berkali-kali mengatakan tidak menginginkan perjodohan ini, tapi Papa selalu saja mendebatnya dan membuatnya mati kutu. Kalau sudah begini ia bisa apa? Sakarang lihatlah yang terjadi, di jari manisnya tersemat sebuah cincin bermata berlian. Melia ingin sekali melempar cincin ini ke wajah bujang lapuk itu. "Lihat aja apa yang akan gue lakukan nanti. Gue akan membuat pertunangan dan perjodohan ini batal. Dan loe, bujang lapuk! Gue pastikan akan membuat loe nggak tahan dengan semua permainan konyol ini!" "Dasar anak kecil. Kamu kira aku mau menikah denganmu, huh? Tomboy, anak motor, cih. Jangan mimpi! Kalau nanti aku berakhir menikah dengan kamu, akan kupastikan kamu tidak akan betah hidup bersamaku!" Melia memutar balik tubuhnya begitu mendengar suara yang tidak asing di indera pendengarannya. Amarahnya makin memuncak ketika pria itu sudah berdiri tepat dihadapannya. "MULAI HARI INI GUE RESMIKAN PEPERANGAN KITA!" kata Melia tak gentar. "AKU, ANDARO FERNALDI, DENGAN SETULUS HATI, LITTLE GIRL!" balas Daro tak mau kalah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines