Lubuk Aksara

Lubuk Aksara

  • WpView
    Reads 19,654
  • WpVote
    Votes 379
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Feb 10, 2024
WARNING!!! BELUM REVISI Airin merupakan wanita berumur kepala tiga yang berstatus lajang. Ketika teman-teman sudah memiliki buntut dia masih betah sendiri, menikmati masa sendirian. Dia bekerja di sebuah penerbit buku yang lumayan besar di kotanya. Dia hidup berdua dengan sang ibu sehingga dia memilki kesan yang cukup cuek dan juga tidak perduli dengan sekitar. Tinggal di ibu kota membuat dia juga semakin membatasi diri dengan lingkungan yang lain. Airin betah melajang di umur kepala tiga dan itu membuat ibunya sakit kepala yang luar biasa. "Mu sampai kapan, kamu tetap akan melajang?" aku menghela nafas dengan kasar sembari meneruskan satu persatu kata yang mulai ku tulis. "Nanti Bu." jawabku dengan mengetik kembali tulisan yang apa yang aku sudah pikirkan. "Kau bukan remaja lagi, tapi kau sudah dewasa. Jangan terpuruk itu sudah lama tapi kamu masih berada di lingkaran setan terus menerus?" aku terdiam sejenak lalu tetap melanjutkan setiap kata yang terpikirkan olehku dan menghiraukan ucapan dari Ibuku. Itulah perdebatan antara anak dan Ibu yang selalu menanyakan, "kapan aku menikah," dan juga "kapan aku bisa bangkit dari masa lalu yang kelam?" Aku benci pertanyaan itu, jika yang bertanya bukan Ibuku pasti aku ku lempar menggunakan sepatuku. Andaikan Ibu tahu bahwa sejak itu pula aku membenci lelaki dan juga aku sangat malas dekat dengannya. 24-02-2024 Berondong 8/585 10-03-2024 Pendek 11)4,6 ribu
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Past, Present, Future [SEGERA TERBIT]
  • Males, ribet.
  • UNEXPECTED HUSBAND (END)
  • don't tease my bodyguard
  • ALRIN
  • So Text Me Maybe
  • MY SWEET DUDA
  • Silent, Please! (Re-up)
  • SIMALAKAMA💋
  • Oneng & O'on

Young Adult Romance - Comedy Bagi Luna Kinandya, berhadapan dengan kamera adalah hal yang biasa, sudah jadi "makanan" sehari-harinya. Dia sangat cantik, jelas, profesinya saja sebagai model dan selebriti, maka fisiknya tidak perlu diragukan lagi. Tapi, cantik, berduit dan sudah cukup umur ternyata tak akan membuat jodoh datang begitu saja. Di usianya yang ke 25 tahun, Luna harus rela diceramahi setiap hari oleh sang mama yang khawatir putri cantiknya akan jadi perawan tua. Luna sendiri berpikir kalau ibunya sudah ketinggalan zaman. Bagi seorang wanita karir, usia 25 adalah masanya untuk berkarya. Bukannya terjebak dalam pernikahan. Adnanta Abram, dia tampan, pekerja keras, dan tidak kekurangan harta. Tapi, sifatnya yang tak semanis buaya darat di luaran sana membuatnya kesulitan dekat dengan wanita. Sebenarnya Adnan tidak keberatan dengan itu. Dia merasa 28 tahun adalah usia yang tergolong muda. Adnan belum tertarik untuk menjalin hubungan yang merepotkan dengan wanita, dia masih ingin fokus dengan bisnisnya yang sedang meroket. Namun, siapa sangka, pertemuan mereka mampu menguak dan merubah begitu banyak hal tentang masa lalu, masa kini dan masa depan. *** DON'T COPY MY STORY!!! AdeliaaNR© Mulai ditulis 14 Desember 2020 Publish 21 Desember 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines