Raden Kian Santang -Two Lives-

Raden Kian Santang -Two Lives-

  • WpView
    Membaca 24,518
  • WpVote
    Vote 3,140
  • WpPart
    Bab 34
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 29, 2025
WpInfo
Fiksi
Fiksi Sejarah
Dua sudut kehidupan yang berbeda, menunjukkan bagaimana mereka menyikapi masalah yang hadir di kehidupan masing-masing. Terkadang, ada kala dimana pikiran selalu menggiring untuk berhenti. Namun hati kecil dalam diri selalu menolak dan terus meyakinkan bahwa mereka bisa menghadapinya. Tak banyak orang yang mampu melakukannya, hanya orang-orang yang memiliki hati bersih nan suci disertai oleh rasa ikhlas dan tulus lah yang akan menuju keberhasilan. "Meskipun banyak orang yang tidak menyukai kehadiranku, aku akan tetap menjalankannya. Karena ini hidupku, dan yang menjalaninya juga aku bukan mereka." "Agamaku adalah poros yang menuntunku dalam segala keputusan yang ku ambil. Aku hidup untuk menjalankan tugasku sebagai hambanya dengan melakukan berbagai kebaikan, walaupun terkadang kebaikanku justru menjadi bumerang untuk diriku sendiri."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#18
kentringmanik
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nearby Relations
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Jejak Sang Pangeran
  • PUTRA PASUNDAN (Tahap Revisi)
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Langkah Seiring (END+EXTRA PART)
  • Harapan Dandelion yang Rapuh
  • Beauty and the Boss
  • REYFAL
  • Oddly Coupley (Complete)

Nadine pikir hidupnya sudah cukup berantakan. Baru saja dikhianati orang yang paling dia perjuangkan - David. Pacar yang selama ini dia bela mati-matian di hadapan orang tuanya. Melawan larangan, berdebat tanpa henti, jadi anak paling keras kepala di rumah, semua itu berujung sia-sia. David justru berpaling diam-diam. Belum sempat membereskan lukanya, Nadine dihadapkan pada kejutan lain. Ibunya mengenalkan seseorang. Calon jodoh pilihan keluarga. Dan orang itu... Narendra. Tetangganya sendiri. Yang seumur-umur paling cuma di sapa waktu lebaran doang. --- Narendra datang dengan hidupnya sendiri. Baru pulang dari Jepang, fokus utamanya sederhana: kerja, bangun karier, hidup tenang. Tapi baru juga adaptasi di Jakarta, ibunya sudah datang dengan misi lain: menikah. Dan nama calonnya... Nadine. Anak bawel yang dulu cuma lewat-lewat di depan rumahnya doang. Narendra bisa saja menolak. Tapi bukannya langsung menentang keluarga, dia justru menawarkan sesuatu pada Nadine. Sebuah kesepakatan. Rencananya sederhana: Jalanin aja dulu, kalau memang tidak cocok, keduanya bisa mundur tanpa beban. Dengan alasan yang logis - sudah mencoba, tapi tidak berhasil. Terdengar mudah. Sampai keduanya mulai menyadari... justru bagian paling sulit dari semuanya adalah menahan hati agar tidak benar-benar jatuh. Karena ternyata, perasaan nggak pernah sesederhana itu. "Katanya cuma kesepakatan. Kok malah kayak pacaran beneran?" -------------------------------------------------------- ©Nmikasa2024

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan