Nabastala Dan Bentala

Nabastala Dan Bentala

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 10, 2023
"Kita adalah Nabastala dan Bentala yang tak di izinkan semesta menjadi satu. Hingga akhirnya menaruh asa untuk Harsa bersama indurasmi nan lintang di bumantara malam." Alisha menyukai musik dan sastra. Karna itulah ia tertarik untuk masuk kedalam dunia seni. Tak hanya seni, ia bergelut dalam kegiatan lain seperti OSIS. Di tengah kesibukan akan kegiatannya, Alisha bertemu dengan seseorang yang menarik perhatiannya. Jatuh Cinta. Satu kata yang ia rasakan saat berjumpa dengan Kivan. Sayangnya, mereka memiliki kepercayaan yang berbeda. Dengan kata lain, beda agama. Kivandra Mahadevan memeluk agama Kristen, sedangkan Rachita Alisha adalah seorang Muslim. Lalu, akankah mereka akan di satukan oleh semesta? Atau akan tetap menjadi nabastala dan bentala yang tidak di izinkan untuk bersatu?
All Rights Reserved
#437
seni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Never Be The Same
  • Istri Rahasia Milik si Ketos|| NARA
  • Kekasih Sang Waktu
  • Different (END)
  • Cinta Atau Tuhan?
  • ARSYA ✔
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • BACKSTREET (ON GOING)
  • LANGIT TERBELAH CAHAYA PURNAMA

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

More details
WpActionLinkContent Guidelines