ASA, RASA, KITA

ASA, RASA, KITA

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 11, 2023
"Aku pikir selama ini kamu juga ngerasain apa yang aku rasain, ternyata aku salah. Kamu cuma menganggapku sebagai jembatan taman indah beserta bunga dan kupu-kupu yang selama ini kamu mimpikan. Tanpa belas kasihan kamu potong sisa-sisa sayapku. Hingga pada akhirnya aku bertemu dengan dia, yang aku anggap sebagai obat dari luka, semoga." Ini tentang asanya pada rasa terhadap jiwa yang menjanjikan seutas kata berupa kita.
All Rights Reserved
#750
benci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Sweet Enemy
  • Friendshit
  • tanpa judul
  • LOVE MAZE - (V BTS)
  • Once Again With You (Lanjutan Book "Like An Angel)
  • I Want You To Be Happy
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Diriku Hari Ini Dan Nanti (SELESAI)
  • Shadow
  • ABISYA (aku & dia)

"Kita putus!" Dua kalimat terlontar dari mulut seorang lelaki yang baru berusia 13 tahun. Matanya menatap wanita yang ada di depan dirinya dengan kekesalan. "Kenapa?" Berbeda dengan sang lelaki, raut wajah gadis itu terlampau tenang. Lelaki itu membulatkan kedua matanya. Tak habis pikir dengan gadis di depan nya. "Kenapa?!. Kamu masih mau bilang kenapa?, gak ingat kamu pergi tanpa kabar sama sekali, kamu hilang dua minggu dari asrama dan kamu gak pernah kasih aku kabar tentang keadaan kamu!" Emosi lelaki itu semakin meningkat. "Kamu gantung aku tahu gak!" Melihat sang gadis hanya terdiam, lelaki itu pun berbicara kembali. "Asal kamu tahu ya, aku udah pacaran sama rhea. Dia sangat baik, dia bahkan lebih cantik dari kamu, dia bisa ngertiin aku, gak kayak kamu yang- Sebelum lelaki itu menyelesaikan ucapan nya, sang gadis sudah lebih dahulu berlari meninggalkan dirinya. "Dasar cewek dingin gak punya hati!!" Teriak sang lelaki karena masih menyimpan banyak kekesalan. Sang wanita terus berjalan dengan cepat, namun telinganya masih bisa mendengar jelas perkataan terakhir dari sang lelaki. "Dasar cowok sok kegantengan!" Gerutunya dengan menahan amarah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines