Story cover for Toxic Relationship by Syafaranq
Toxic Relationship
  • WpView
    Reads 16,291
  • WpVote
    Votes 587
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 16,291
  • WpVote
    Votes 587
  • WpPart
    Parts 12
Ongoing, First published Jan 14, 2023
Mature
Di dalam hubungan ini, hanya ada aku dan rasa kesal mu

***

"Menurutlah Nona, mungkin Tuan akan berbaik hati dengan meringankan hukuman mu," ucap Pria yang sama.

Tidak mungkin!

Dia Kris, tangan kanan dari seseorang yang Kaluna benci dan secara bersamaan juga ia cintai.

"Apakah kau bisa menjamin Kris, bahwa ucapanmu benar?" tanya Kaluna dengan datar.

Kris terdiam.

"Kau bahkan tidak bisa menjamin dirimu sendiri akan selamat darinya jika tidak berhasil membawaku pulang bukan?" tanya Kaluna lagi dan Kris tetap tidak beraksi. Kaluna mendengguskan napasnya.

Kaluna berjalan mendekat ke Kris, sebelah tangannya ia masukkan ke kantong celana yang ia pakai. Berhenti tepat di depan Kris, ia melirik ke arah belakang Kris, dimana beberapa anak buahnya berdiri. "Ada 4," batin Kaluna.

Kembali memusatkan pandangan ke arah Kris.

"Kau terlalu setia Kris, bagaimana jika kau bilang pada Tuan mu bahwa aku di temukan meninggal dunia? Kau tidak akan kena hukuman, begitu juga aku. Kau bisa mengambil jasad seseorang yang sudah rusak, anggap saja itu diriku. Selesai!" Kaluna mencoba menawarkan kerja sama.

Kris terdiam, "Nona, kau tau bukan bahwa Tuan bisa mendengar semua ucapanmu saat ini."

Kaluna melirik earphone yang terletak di telinga kiri Kris.

"Sial!" umpat Kaluna.

***

Kaluna tidak pernah tahu. Dari tangan yang pernah menyelamatkannya, datang genggaman yang tak akan pernah melepaskannya.
All Rights Reserved
Sign up to add Toxic Relationship to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
MDCF [TAMAT] by meher_02
59 parts Complete Mature
Judul : My Dangerous Childhood Friend Genre : Adult, Fantasy, Mature, Romance, Smut Sinopsis : "Mari kita berjanji: Kita akan saling menjaga ketika kita berdua berusia di atas dua puluh dan masih lajang." Suatu hari, seorang teman masa kecil kembali dan menawarkan Siana lamaran pernikahan. Itu dengan alasan janji konyol pernikahan yang mereka buat ketika mereka masih anak-anak. Bahkan jika dia pria yang hebat, dia masih teman masa kecilnya! Dalam kemarahan, Siana mengucapkan alasan lain untuk menolaknya alih-alih alasan asli yang dia rencanakan... "Aku... benci kelinci." "Dan bagaimana kamu tahu?" "Tahu apa?" "Bahwa aku kelinci atau bukan. Dan apakah aku tepat untukmu atau tidak. Kami belum pernah melakukannya sebelumnya." Sementara dia tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, Alan memanggil namanya dan menundukkan kepalanya lebih jauh. Matanya, yang melengkung seperti dua bulan sabit, berkilauan seolah-olah dia telah menemukan sesuatu yang menarik. Wajahnya lebih dekat dari yang diperkirakan Siana, dan tubuhnya yang membingkai wajahnya tegang. "Aku tidak percaya kamu menolak lamaranku karena kamu mengira aku selesai dengan cepat seperti kelinci meskipun tidak berbagi malam denganku." Sebuah tangan besar dan maskulin dengan ringan menggenggam kuncinya. Rambut ikalnya yang lembut berwarna cokelat muda yang tertangkap dalam genggamannya dengan lembut jatuh ke sisi wajahnya. "Kamu akan memberi orang yang melamarmu kesempatan untuk membuktikan bahwa dia bukan kelinci, kan?"
Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel by Ayu_nana
48 parts Complete Mature
"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can
Queen And Her Devil Boy {Completed) by Yui_Sya
32 parts Complete
Cleo, si 'Ratu' kejam, tidak ada yang mampu menaklukannya. Baginya semua pria kecuali yang berguna baginya adalah kuman yang mengotori jalannya. Bahkan ayahnya pun, ia buat kalah dan menangis pada permainan yang ayahnya atur sendiri. Gadis bar bar yang tidak percaya cinta sampai Zealan, si bocah iblis masuk ke dalam hidupnya lagi dan menariknya dalam perjalanan roller coaster yang melelahkan, namun selalu membuat Cleo penasaran dan tidak bisa menolak. Cleo yang akhirnya mulai tergerak harus menelan pill pahit saat menemukan fakta kenapa zealan mengejarnya. ~🖤~ Kamu... sedikit manipulatif." Cleo memilih kalimatnya dengan hati-hati. Bukannya mengelak atau tersinggung, Zealan malah tersenyum. "Kenapa kakak bisa punya pikiran kaya gitu?" "Karena kamu buat aku berpikir kalau kamu.... Menyukaiku. Cleo hanya bisa menyelesaikan kalimatnya di dalam hati. "Aku apa?" Tanya Zealan dengan nada tenang namun matanya tidak bisa menutupi antusias yang ia rasakan. "Kamu bocah iblis!" Kata Cleo dengan geram. Raut wajah Zealan meredup dengan jawaban asal Cleo. Jelas dia menginginkan jawaban lain dari Cleo. "Bagaimana jika, apa yang kamu pikir itu benar? Apa yang kamu pikirkan tentang aku ke kamu itu benar?" Bisik Zealan di telinga Cleo. "Apa yang akan kamu lakukan, Cleopatra?" ~🖤~ "Kau membuktikan sesuatu padaku. Bahkan ada orang yang bisa lebih brengsek darinya." Suara Cleo bergetar. "Aku membencimu!" Kata Cleo sambil menggretakkan gigi saking geramnya. Satu tetes air mata Cleo mengalir dipipinya. "Lebih dari aku membencinya! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi!"
You may also like
Slide 1 of 9
MDCF [TAMAT] cover
WILD & HOT cover
Secret cover
LALULA cover
Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel cover
The Beloved Mr Bad cover
Queen And Her Devil Boy {Completed) cover
LOS ANGELES (family issues) cover
Sin of obsession cover

MDCF [TAMAT]

59 parts Complete Mature

Judul : My Dangerous Childhood Friend Genre : Adult, Fantasy, Mature, Romance, Smut Sinopsis : "Mari kita berjanji: Kita akan saling menjaga ketika kita berdua berusia di atas dua puluh dan masih lajang." Suatu hari, seorang teman masa kecil kembali dan menawarkan Siana lamaran pernikahan. Itu dengan alasan janji konyol pernikahan yang mereka buat ketika mereka masih anak-anak. Bahkan jika dia pria yang hebat, dia masih teman masa kecilnya! Dalam kemarahan, Siana mengucapkan alasan lain untuk menolaknya alih-alih alasan asli yang dia rencanakan... "Aku... benci kelinci." "Dan bagaimana kamu tahu?" "Tahu apa?" "Bahwa aku kelinci atau bukan. Dan apakah aku tepat untukmu atau tidak. Kami belum pernah melakukannya sebelumnya." Sementara dia tidak bisa mengatakan sepatah kata pun, Alan memanggil namanya dan menundukkan kepalanya lebih jauh. Matanya, yang melengkung seperti dua bulan sabit, berkilauan seolah-olah dia telah menemukan sesuatu yang menarik. Wajahnya lebih dekat dari yang diperkirakan Siana, dan tubuhnya yang membingkai wajahnya tegang. "Aku tidak percaya kamu menolak lamaranku karena kamu mengira aku selesai dengan cepat seperti kelinci meskipun tidak berbagi malam denganku." Sebuah tangan besar dan maskulin dengan ringan menggenggam kuncinya. Rambut ikalnya yang lembut berwarna cokelat muda yang tertangkap dalam genggamannya dengan lembut jatuh ke sisi wajahnya. "Kamu akan memberi orang yang melamarmu kesempatan untuk membuktikan bahwa dia bukan kelinci, kan?"