MOON SADNESS

MOON SADNESS

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 15, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Bulan Glaffresia Almora, gadis yang baru saja lulus Sekolah Menengah Atas. Menjalani kesehariannya di kamar dengan membaca banyak cerita novel yang penuh lika liku, bukannya memilih untuk bekerja setelah lulus, ia palah menghabiskan waktunya untuk menikmati cerita novel maupun Wattpad yang penuh dengan kejutan kejutan di setiap partnya. Sekolah selama 12 tahun dan menjadi seorang npc atau tokoh yang tidak diminati banyak orang di real life, membuat Bulan lelah. Dia ingin merasakan kebahagiaan di dunia fiksi tanpa bertemu banyak orang dengan berbagai karakter dan sifat tertentu. Sangat di sayangkan bukan? sekolah 12 tahun tetapi otak 12 KB. Tidak mengapa, selama itu bisa membuat seorang Bulan bahagia apa salahnya membaca banyak cerita fiksi. Tidak ada yang bisa melarang, jika ada yang meroasting pun tidak akan didengar, karena inilah kehidupan yang Bulan dambakan sejak dulu, yaitu pensiun menjadi seorang npc di sekolahnya. Itulah cita-cita yang sudah tercapai saat ini. Sampai pada pagi hari, dirinya terbangun di sebuah tempat entah berantah yang Bulan pun tidak tau dia sedang berada di mana, membuat kehidupannya berubah seratus delapan puluh derajat dari kehidupan santai nya. Apa yang terjadi selanjutnya? Akankah Bulan mampu menghadapi kehidupan barunya? Ini sebuah awal! mari kita gali bersama akhirnya! Penasaran dengan kelanjutannya? yok langsung baca aja ya! sebelum membaca alangkah lebih baiknya follow dulu akun saya, dan jangan lupa vote ataupun komen. Kritik dan saran yang baik akan saya beri ruang seluas-luasnya. Mohon beri komentar yang positif. follow Instagram author khusus kepenulisan @quotes.uni
All Rights Reserved
#681
sadness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELENOPHILE : RED MOONBOUND [TERBIT]
  • KEYLASYA STORY
  • My Beloved Enemy
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • BULAN [END]
  • Posesif Brother [Tamat]
  • Bunny's Secret
  • SELENOPHILIE [END]
  • Garis Singgung Dua Dimensi (END SEASON)

⚠️Versi Wattpad masih belum direvisi ya.. Tunggu versi cetaknya yang akan segera terbit di Penerbit Teori Kata Publishing 🫶 🌱 Starla Lenora adalah gadis yang sejak kecil hidup dengan kehampaan, seolah ada bagian dari dirinya yang hilang bersama malam. Namun segalanya berubah saat ia bertemu seorang anak laki-laki misterius bernama Al di tengah hutan sunyi, pada malam ketika bulan memerah seperti darah. Sejak pertemuan itu, hidup Starla tak lagi sama. Ramalan kuno tentang Sang Pemutar Waktu perlahan terbangun. Tanda lahir berupa bulan merah dan simbol jam di telapak tangan mereka menjadi pertanda bahwa takdir besar sedang menunggu. Tiga dentang lonceng membawa mereka melintasi batas ruang dan waktu, menuju era kedua, dunia asing yang terasa begitu berbeda dari Arawen. Namun sesampainya di sana, sesuatu yang mustahil terjadi. Starla dan seorang gadis bernama Luna saling bertukar jiwa. Kini Starla harus hidup sebagai Luna di era modern, sementara Luna terjebak menjalani kehidupan Starla di Arawen. Di tengah kekacauan dua dunia, Starla dipertemukan dengan dua pemuda misterius yang terasa begitu familiar dan keduanya memiliki banyak kesamaan dengan Al. Dari tatapan mereka, suaranya, bahkan dari cara mereka melindunginya. Semakin lama, Starla mulai mempertanyakan satu hal, Siapa sebenarnya Al? Apakah ia adalah Gallen, yang hangat seperti cahaya bulan? Atau justru Aleron, pemuda dingin yang perlahan tenggelam dalam luka dan kegelapan? Namun tanpa mereka sadari, waktu yang terus mereka ganggu perlahan mulai menghancurkan segalanya. Rahasia tentang kerajaan Arawen, kutukan bulan merah, hingga sosok misterius bernama Aurion membawa mereka pada kenyataan bahwa tidak semua takdir diciptakan untuk berakhir bahagia. Terkadang, orang yang paling ingin kita temukan, justru menjadi alasan terbesar mengapa kita harus belajar merelakan. #sudah terbit

More details
WpActionLinkContent Guidelines