[ ANTALOGI PUISI S2]
Secercah tentang peliknya dunia,
tentang rumitnya isi kepala manusia,
tentang rengkuhan dan tempat pulang,
tentang kemanusiaan dan gobloknya manusia
dan tentang aku,
kamu,
kita,
yang mencoba tak bosan untuk berulang kali baik-baik saja
mencoba tak pernah menyerah ketika ditikam busuk otak manusia
hingga memilih tak kabur dari sisi tergelap bumantara
karena aku,
kamu,
kita,
meski lambat atau bahkan cepat,
yang pasti tahu kalau-kalau nanti-bahkan pasti, akan datangnya cerah seperti yang seharusnya.
-tertanda, Nolisa.
Untuk hati yang pernah hancur
Maupun yang sedang hancur
Yang tinggal kepingan
Mari nikmati bersama
Tiap kepingan yang tercipta
Akibat pengkhianatan
Akibat kepergian
Akibat kehilangan
Mari rasakan tiap lekuk pahitnya
Hingga nanti saat sudah waktunya
Kepingan tersebut kembali terisi
Dengan kepingan hati yang lain
Yang tak akan pernah meninggalkan
Yang tak akan pernah menyakiti
Dan kelak kau akan beruntung
Menikmati tiap proses
Patah hati.