To The Sky

To The Sky

  • WpView
    Membaca 5
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Min, Jan 15, 2023
"Sebenarnya apa misi kamu?" "apa kamu mencintai aku?" Dia hanya terdiam. Pandangannya lurus kedepan. Lalu dia tersenyum ke arahku, dan mengangguk kecil. "Bodoh.," "Aku akan terus melindungi kamu seperti layaknya seorang adik yang menjaga kakak perempuannya. Tolong pegang janjiku" "Kamu tidak terlihat seperti akan mengingkari janji itu"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Sirna | Park Sungjin AU
  • HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅
  • ARIANA
  • I Think You Call This Love [END] S1 Story of Rei-Raka
  • Aksara Lingga
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • innocent eyes || Hanbin x Bomi
  • Hitam Putih Cinta [Terbit Ebook]
  • illusion of the heart

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan