Rindu Hujan Pada Tanah

Rindu Hujan Pada Tanah

  • WpView
    Reads 740
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 13, 2025
Di sini akan ku ceritakan sedikit kisah Tentang aku dan sahabatku yang selalu dilanda kesakitan Sedih yang tak berujung Seolah dunia terasa terlalu kejam untuk kami berdua Rapuh... Kesakitan... Ingin bicara, namun tak ada yang peduli Ingin di tolong, namun tambah membuat sakit Ahh, dasar manusia manusia tak punya perasaan Jika begini, satu nyawa lama lama akan pergi Dan satunya lebih memilih mengakhiri, dan mati Namun, sahabatku selalu mengingatkan Jika hidup adalah sebuah keberkahan yang diberikan sang kuasa. Jadi tetaplah bertahan, dan tersenyum lah seperti kita tak mempunyai rasa sakit Tapi kataku, sampai kapan kita harus tetap tersenyum dan berpura-pura tidak merasa sakit? Aku lelah, namun dirinya sama sekali tak merasa lelah. Aku harap, sang kuasa segera mengakhiri hidup kami berdua dengan cepat Agar kami tak merasa kesakitan lagi setiap detiknya Sunoo × Yunah Just fiksi, right!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • LIGHT
  • Miracle of Accident✔️
  • Dark
  • So Far Away
  • FATE LOVE S2 �•Sunsun•✓
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • MY BROTHER FOREVER BUT NOT UNITED
  • FADING IN YOUR ARM [YEOJONG]

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines