Rindu Hujan Pada Tanah

Rindu Hujan Pada Tanah

  • WpView
    Bacaan 758
  • WpVote
    Undian 100
  • WpPart
    Bahagian 22
WpMetadataReadMatangSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Rab, Ogo 13, 2025
WpInfo
Fiksyen Peminat
Enhypen
Di sini akan ku ceritakan sedikit kisah Tentang aku dan sahabatku yang selalu dilanda kesakitan Sedih yang tak berujung Seolah dunia terasa terlalu kejam untuk kami berdua Rapuh... Kesakitan... Ingin bicara, namun tak ada yang peduli Ingin di tolong, namun tambah membuat sakit Ahh, dasar manusia manusia tak punya perasaan Jika begini, satu nyawa lama lama akan pergi Dan satunya lebih memilih mengakhiri, dan mati Namun, sahabatku selalu mengingatkan Jika hidup adalah sebuah keberkahan yang diberikan sang kuasa. Jadi tetaplah bertahan, dan tersenyum lah seperti kita tak mempunyai rasa sakit Tapi kataku, sampai kapan kita harus tetap tersenyum dan berpura-pura tidak merasa sakit? Aku lelah, namun dirinya sama sekali tak merasa lelah. Aku harap, sang kuasa segera mengakhiri hidup kami berdua dengan cepat Agar kami tak merasa kesakitan lagi setiap detiknya Sunoo × Yunah Just fiksi, right!
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • LIGHT
  • Don't Leave Me, Please![ End ]
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • 𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐭 𝐀𝐧𝐠𝐞𝐥 || 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐊𝐘𝐔
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • CURE - Yoon Jeonghan Fanfiction
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Alicia Stories : In Another World

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Kandungan