Duchess Khazanaya

Duchess Khazanaya

  • WpView
    Reads 148
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 9, 2023
Bagaimana jadinya, jika wanita berusia dua puluh lima tahun, yang memiliki trauma akan pernikahan, bangun di raga seorang wanita cantik yang berstatus seorang istri. Trauma itu ada dikarenakan, perceraian kedua orang tuanya ketika dirinya berusia sepuluh tahun. Tepat di hari ulang tahun Kana Rahayu Ahmad, dirinya harus menerima kabar bahwa sang ayah dan ibu berpisah. Alasan itu lah, yang membuat Kana memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan siapa pun. Namun, rasa traumanya harus dia lawan. Untuk menerima takdir bahwa di kehidupan keduanya dirinya berstatus seorang istri. Parahnya lagi, suaminya adalah seorang duda. Iya, DUDA ANAK SATU!! ... CERITA MURNI MILIK SAYA! Jangan lupa follow akun saya, itu berupa support para pembaca, dan membantu kalian menerima info tentang cerita saya. Terima kasih. Note: Nama, tempat, kejadian yang ada di dalam cerita sepenuhnya hasil dari imajinasi pengarang. Jika terdapat kesamaan hanya kebetulan saja.
All Rights Reserved
#127
ibutiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Second Chance (Setialah Bersamaku)
  • Drama Zanna (END)
  • Menjadi Adik Tiri Protagonist ||On Going||
  • Fana (TAMAT)
  • Aku Yang Tidak Diinginkan
  • Mama Papa & Nana (End)
  • SASHI
  • Accidental Marriage
  • Perfect Duda [Season 2]

PERINGATAN ⚠️ Dibeberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines