Nuraga untuk Anna

Nuraga untuk Anna

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 30, 2023
LOKAL VERSION "Tahu gak apa yang lebih manis dari gula-gula?"tanya Anna. "Eum mungkin madu, ya kan? Mendengar hal itu sang gadis hanya bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya tanda jawaban yang temannya lontarkan itu salah. Haechan yang melihat respon Anna seperti itu memutar bola matanya malas "Ya pasti madulah apaan lagi coba, aneh banget sih pertanyaan lo Na" jawab Haechan sambil menggerutu sebal. "Emm sayangnya jawaban lo salah Chan, menurut gue yang lebih manis dari gula-gula itu bukan madu. Tapi..." *** FOLLOW DULU SEBELUM BACA Ini kisah tentang Reanna si penyuka hujan. Tapi selalu sakit kalau hujan-hujanan. Perempuan yang lebih menyukai bunga melati ketimbang bunga mawar. Dia dipertemukan dengan seseorang yang mempunyai senyuman sehangat mentari dan indah layaknya pelangi. Dapatkah Anna terus mempertahankan keindahan pelangi itu?
All Rights Reserved
#76
fanficindo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • Sandyakala | Haechan
  • From Bestfriends to Boyfriends [ZHONG CHENLE]
  • Not Your Fault [SELESAI]
  • Sulung
  • Rain || NCT dream [PRE ORDER!!!]
  • ALMEERA || Haechan ft. Chenle [END]
  • She's In The Rain; Jung Eunha
  • Love Story Of Sharga & Ahra ✅(Tamat)
  • Rahasia Dibalik Persahabatan

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines