IT'S NOT HER

IT'S NOT HER

  • WpView
    Reads 1,231
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 25, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
SEMUA MASALAH INI PASTI ULAH KALIAN KAN?! KENAPA KALIAN LAKUIN INI SAMA AKU?!" Teriak Skyna menggebu. Dia sungguh emosi. "Ya karena lo murahan lah," celetuk pria itu yang membuat skyna sakit hati. ***** "Lo juga bukan Skyla yang dulu gue kenal, Skyla gue nggak jadi pembuly kaya gini, dia baik, nggak jahat kaya lo sekarang", Balas Arlanka. ***** Gue kecewa sama lo ka.", Ucapan terakhir Skyla sebelum terjatuh kedalam sungai. JANGAN LUPA FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!
All Rights Reserved
#174
perpindahanjiwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Boyfriend
  • My Sky | PrapaiSky Universe [FortPeat]
  • ℤ𝔸𝕐ℕ
  • Payback's Sweet
  • Transmigrasi Karina
  • Who is She? [END]
  • TRANSMIGRASI SKY : RUBY [On Going]
  • Perfect person

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines