JANALOKA

JANALOKA

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 8, 2023
Guratan takdir yang ditorehkan itu seolah membekas menyisakan lara Luka yang menganga sengaja dibiarkan terbuka Tawa yang ditampilkan hanyalah topeng bermakna ganda Entah itu duka atau bahagia Bagaimana dengan rangkulan keluarga, pun hal itu hanya sebuah rintih sendu di kala pilu merindu Kemudian seberkas cahaya putih menawarkan sebuah rasa Tawa dielu-elukan Perih tak dirasakan Hanya Karin yang dapat melihatnya Hanya Karin yang mampu merasakannya Namun bagaimana jika semua itu hanyalah ilusi belaka?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Let The Wounds Fade ( TAHAP REVISI)
  • Seperti Lilin 🕯️
  • Memories of us - based on true story
  • AL: Stand Alone [END]
  • Happy Is Bulshit
  • Fajar & Senja
  • LUKA
  • Menyerah atau Bertahan?
  • EARENDEL

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines