Datte Aishiteru

Datte Aishiteru

  • WpView
    Lectures 148
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., déc. 23, 2012
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa? kenapa? Kenapa kau meninggalkanku? Kenapa Kau tega denganku? Mencampakkanku begitu saja?" Karin yang terkenal pintar di sekolahnya. Ia dikenal periang, bahkan nilai-nilainya selalu bagus. Namun semenjak ia ditinggal oleh seorang yang mengisi hidupnya, Keadaannya berubah. Ia mulai melamun, menjadi pemurung dan ia nilainya hancur seketika. Tapi ia bertekat melupakannya. Entah suatu hari ia bertemu Seorang sosok pria. Bahkan merubah kehidupan Karin. Mengisi hari-harinya, bahkan mengisi hatinya. Apakah Karin akan melupakan dan menerima seorang yang baru?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Don't Talk About Money
  • Te Quiero
  • Relationship or Friendship? (RoF)- Complete
  • [TERBIT] High School of Mystery: Scarlet Case
  • KARIN
  • This is How You Fall in Love (End)
  • Inability✅
  • EPIPHANY
  • Erlangga

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu