pluviophile--

pluviophile--

  • WpView
    Reads 245
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 9, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Aksa kamu percaya ga dunia ini sempit?." tanpa memperdulikan Aza, Aksa hanya diam dan tidak menyahut ucapan Aza. "aksa kalau beneran dunia ini sempit, gimana kalau nanti dimasa depan jodoh kamu beneran aku.?" Aksa memberhentikan aktivitasnya dan menatap tajam ke arah Aza. "Kalau jodoh gue beneran lo, gue bakal bunuh diri dan temui tuhan terus gue protes ke tuhan kenapa gue dikirimin jodoh kaya lo yang ga punya malu, lo ga lihat selama ini gue ga peduli sama lo tapi lo tetap aja gangguin gue apa lo ga sadar Za selama ini lo udh ganggu gue? banget." menatap nyalang Aza Aza diam sejenak terus tertawa nyaring. "Kenapa kamu lihat aku seperti itu sa? kamu berharap aku bakal nangis terus pergi? aku bukan orang lemah seperti itu, kan kamu duluan yang izinin aku buat suka kamu, itu kenapa liatin aku tajam bgt? bukan cuman kamu doang sa yang selalu lihat horor ke aku, aku udah terbiasa di perlakukan kaya gitu jadi jangan susah payah untuk ngebuat aku sakit hati, kamu pikir aku orang nya mudah menyerah? jangan buang tenaga kamu untuk buat aku marah terus ga suka ke kamu sa, kamu ga pernah berhasil jadi lebih baik kamu pacarin aku aja langsung, gapapa deh ga romantis. atau ga gini deh gimana kalau kamu jadi pacar aku kalau kamu gamau yaudah aku aja yang jadi pacar kamu." gurau aza.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • tentang sebuah rasa
  • Hurt Girl! (Completed)
  • hanya untuk bunda
  • Muhasabah Cinta
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • save me
  • who are you really?
  • Dinamika Ditengah Arus Waktu

"Lo belum jawab pertanyaan gue! Kenapa Lo Nerima perjodohan itu?" Tanya raka dengan nada dingin. "Karena....karena aku gak mau durhaka sama kedua orangtua. Apapun yang mereka inginkan kalo aku mampu pasti aku turutin." Ucap Zahra sambil terus menunduk atau melihat ke arah lain. "Sekalipun Lo harus ngorbanin masa depan Lo?" Tanya raka dengan tersenyum kecut. Sedangkan Zahra hanya diam. "Harusnya Lo bisa nolak baik baik. Kalo Lo nolak otomatis perjodohan ini gak akan terjadi! Gue itu enggak mau nikah sama Lo! Harusnya Lo ngertiin gue." Ucap Raka yang mulai marah. "Tapi kenapa harus aku yang nolak? Kalo kamu gak mau, kenapa kamu terima juga? Kamu juga bisa nolak kan?" Tanya Zahra yang tidak habis pikir dengan ucapan Raka yang seakan menyalahkan diri nya. "Tapi gue gak bisa! Kalo gue nolak semua fasilitas gue bakal disita. Ngerti gak sih Lo?" Ucap Raka sengit. "Harusnya juga kamu ngertiin posisi aku. Dan aku cuman gak mau jadi anak durhaka. Udah itu aja!" Jawab Zahra berusaha sabar. Raka mengusap wajah nya kasar lalu kembali menatap tajam zahra. "Gue pastiin Lo bakal nyesel nikah sama gue! Camkan itu!" Ucap Raka lalu bergegas pergi keluar kelas dengan membuka pintu nya kasar. Zahra hanya beristighfar menghadapi sikap Raka yang ternyata seperti ini. Gimana kelanjutan ceritanya? Yok! Langsung aja baca ya guys🤗

More details
WpActionLinkContent Guidelines