Lika-Liku Laras

Lika-Liku Laras

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 19, 2023
gak ada yang istimewa dari kehidupan laras-mahasiswi ugm kluster agro yang kerjaannya gak jauh-jauh dari laprak, laprak, dan laprak. pagi ngampus, siang ke pujale makan ayam geprek, sore rapat bem, malam ngelaprak. cuma, ada satu sosok manusia rupawan (kata orang-orang) dari kluster teknik yang bikin kehidupan laras yang b aja itu jadi penuh lika-liku. kehidupan mereka jelas jauh beda, tetapi perasaan mereka? kayaknya sih, gak beda jauh. - author's note: sorry I'm using lowercase soalnya cuma ngetik di hp yang keyboardnya gak otomatis kapital. males ngetik di laptop karena buka laptop bawaannya cuma mau ngelaprak bukan bikin cerita :(
All Rights Reserved
#166
jogja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Si Ikan Paus Yang Menyimpan Sampah Dalam Perutnya [TELAH TERBIT/OPEN PO]
  • Bad Boys
  • Silent, Please! (Re-up)
  • THE CLIMB [Completed]
  • 𝐄𝐧𝐠𝐢𝐧𝐞𝐞𝐫𝐞𝐝 𝐓𝐨 𝐁𝐚𝐛𝐲𝐬𝐢𝐭 |ᴛᴇᴇᴅᴇᴡ {√}
  • My Teacher My Husband
  • GHAIKA (REVISI)
  • LARA 1998 [Tamat]
  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek

(Keluarga/romansa/chiklit/drama) [Judul lama: Niskala] Hubunganku dengan Nyonya Bet bagai love and hate relationship. Aku sangat menyayangi Nyonya Bet, tetapi beliau (sepertinya sangat) membenciku. Berkat hubungan enggak sehat itu, aku jadi terbiasa menyimpan kekesalan padanya selama bertahun-tahun dan tak sadar sudah menumpuk saja menjadi 'sampah' di perut, yang perlahan membuatku hampir semaput! Aku jadi mirip ikan paus yang meraup sampah manusia di lautan karena menganggapnya makanan. Paus itu akan menyimpannya sampai mati dan berakhir meledak di tengah laut. Aku takut, suatu saat nanti 'sampah-sampah' di perutku tak sengaja meledak mengenaskan di depan Nyonya Bet seperti si paus malang, dan membuat hubungan kami makin merenggang. Aku hanya ingin mengatakan ini pada Nyonya Bet, "Buk, Cala rindu pelukan Ibuk."

More details
WpActionLinkContent Guidelines