We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AKLES MEHRAN AKALANKA

AKLES MEHRAN AKALANKA

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 25, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Cling.. Seorang paruh baya menatap ke arah dua orang yang tiba" menghilang dalam hitungan detik.. ia menggaruk tengkuknya dan bergumam sembari melangkah pergi dari hutan itu.. "aku rasa aku tak mengigau, aku jelas² melihat mereka dan mansion megah itu, lalu kenapa sekarang hanya ada pohon rimbun?" WARNING!!! Cerita ini aku buat karena belum bisa move on dari mimpi itu, jadi aku ada ide buat di jadiin cerita biar aku bisa kenang mimpi nya.. semoga suka, jangan berharap lebih dengan ceritanya ya. karna aku cuma menceritakan kembali mimpi aku dengan aku tambah sedikit bumbu² biar makin greget..
All Rights Reserved
#402
alam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Anaking
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • WARISAN
  • Sulaksmi - SEGERA DITERBITKAN
  • PEWARIS CINCIN KUTUKAN
  • antah-berantah
  • TARGETNYA SALAH (TAMAT)
  • Penguasa Alam Ghaib
  • Serasah; Chanmin [ON GOING]
  • Prambanan Obsession (END)
Anaking

Prologue " inna lillahi wa inna ilaihi rajiun......" " kus......!" tegur irfan sambil menepukan telapak tangannya di bahu gw " apa yang telah terjadi kus....?" " ya tuhannn...apa dosa keluarga gw ini fan....." jawab gw dengan rasa sedih, mendapati respon gw yang seperti itu, terlihat irfan, gio dan pak pardi hanya bisa saling bertukar pandang dalam sebuah tanda tanya besar atas apa yang sebenarnya telah terjadi " siapa sebenarnya yang telah meninggal kus...?" tanya irfan kembali dengan rasa penasaran dan berbalas dengan tatapan mata gio yang memandang secara tajam ke arah wajah gw " XXXXXXX....XXXXXXX....." jawab gw dalam derai air mata yang sudah tidak bisa untuk tertahan lagi "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun......ya tuhan....lu yang sabar ya kus....." ucap gio diantara ekspresi kesedihan yang terpancar di wajah irfan dan pak pardi " apakah kalian yakin masih akan melanjutkan semuanya ini....?" Sebuah kalimat kekhawatiran yang terucap dari mulut gw ini, kini laksana sebuah sinyal peringatan dari alam bawah sadar gw, yang memberitahukan akan adanya sebuah potensi kejadian buruk yang akan mengiringi jejak langkah kami, di dalam mencapai sebuah titik akhir dari sebuah proses perjalanan panjang untuk menyingkap sebuah bagian kecil dari luasnya hamparan misteri kehidupan yang ada di dunia ini @ meta.morfosis

More details
WpActionLinkContent Guidelines