Euphor-Phobia

Euphor-Phobia

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 18, 2023
Tiga perempat bagian bumi hancur, setengah populasi hilang dan setengahnya lagi mati-matian agar tetap hidup. Tempat berpijak tidak lagi aman dijamah, langit yang menganga tinggi hanya mengundang bahaya. Dengan banyaknya bencana bukankah umat manusia harusnya mendapat kekuatan super? Mengendalikan waktu, terbang, sihir? . Tidak ada, semua itu hanyalah omong kosong. Jangankan sihir, pesawat saja tidak bisa melintasi langit. Setidaknya tetaplah berharap, walaupun harapan itu hanya bisa melindungi hati kecilmu dari kerasnya dunia. Namaku Arkananta, peganglah tanganku. ceritaku mungkin tidak berakhir bahagia, tetapi yang pasti - itu adil untuk semua orang.
All Rights Reserved
#634
hidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Evanescent
  • Bungul Gank Magic
  • Bayangan Ekor Kesembilan ✔️
  • BILA: Love Consumes You
  • A Cradle Where the Dead Return to
  • [Bl] The Villain's High Elf

Evanescent ✦ Moonataraxia "Di dunia ini, ada yang terlihat, ada yang tersembunyi. Ada yang nyata, ada yang hanya sementara." Seumur hidupnya, Althea selalu merasa dunia tempatnya berpijak terlalu... sunyi. Seperti ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang tidak seharusnya ia lupakan. Namun, tak ada seorang pun yang merasakan hal yang sama. Semua orang hidup dalam ritme yang begitu teratur, seakan tak ada pertanyaan yang perlu diajukan, seakan dunia ini memang sudah seharusnya seperti ini. Hingga suatu malam, semuanya berubah. Semakin Althea menggali kebenaran, semakin banyak rahasia yang terungkap. Dunia yang ia anggap nyata perlahan retak, mengungkap sesuatu yang lebih tua dari yang bisa dibayangkan. Ada sesuatu yang tersembunyi di balik ketenangan ini, sesuatu yang tak seharusnya ia temukan. Tapi, ia sudah melangkah terlalu jauh untuk kembali. Dan kini, hanya ada satu pertanyaan yang tersisa: "Jika kebenaran bisa menghancurkan segalanya... apa kamu masih ingin mengetahuinya?" ✦ ✦ ✦

More details
WpActionLinkContent Guidelines