Wedding Tangled

Wedding Tangled

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 28, 2023
Ingin menikah, tidak bisa menikah, tidak mau menikah. Itulah yang terjadi pada Iyana di awal usia 20an-nya. Hidupnya terlalu kusut untuk sebuah pernikahan. Saat usianya hampir menyentuh 30 Iyana akhirnya ingin menikah, ingin bahagia, ingin memiliki cinta lelaki pujaannya dan lelaki yang memujanya. Namun, keluarga dan jalan hidupnya begitu kusut untuk mewujudkan suatu pernikahan.
All Rights Reserved
#5
weddingorganizer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • After We Divorce [New Version]
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • Where the Heart Finds Home
  • Izinkan Aku Menyayangimu
  • CINTA MAS DINGIN
  • 30 Hari Bersama Nana
  • Marriage in Silence [COMPLETED]
  • Prenuptial Agreement

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines