Terra - Mengapai Cinta Sang Edelweis

Terra - Mengapai Cinta Sang Edelweis

  • WpView
    Lecturas 4
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, sep 11, 2026
WpInfo
Ficción
Temas Sociales
Vida Familiar
Coming of Age
Crecimiento y Autodescubrimiento
Terra-seorang guru yang memilih hidup sendiri di tengah kota, dengan fasilitas terbaik yang diberikan Abi dan Umi. Ia hanya ingin menjalani hidup sederhana, mengajar, dan menjaga prinsip yang selama ini ia pegang. Namun, semuanya berubah ketika sebuah kecelakaan terjadi setelah Terra nekat menyelamatkan siswinya. Tak pernah ia sangka, kecelakaan itu justru menjadi awal dari kisah cinta yang tak pernah ia bayangkan. Dua pria hadir di hidupnya, sama-sama mengejar hati Terra yang selama ini tak pernah diberikan kepada siapa pun. Di antara cinta, prinsip, dan pilihan yang sulit, siapakah yang akhirnya akan menjadi pemilik hati Terra?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Ritual Rasa
  • Wismatama
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Transmigrasi  Ren
  • Sastru Pinanganten
  • (BL) The Emperor's Favorite Consort Changed Souls《暴君宠妃竟然换了芯子》END
  • ELION
  • ​Adopted? (I Wish) [END]
  • Setelah Mama Menikah [END]

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido