ARAVIER [ON GOING]

ARAVIER [ON GOING]

  • WpView
    Reads 1,254
  • WpVote
    Votes 228
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Tue, May 7, 2024
Kamu abadi dalam ceritaku "Kita bakal ketemu lagi kok aku janji" "Oke, aku pegang janji kamu" Gimana rasanya di rawat oleh mertua sendiri dari kecil sampai mereka terpisah dan kembali terikat dengan janji seumur hidup. Mimpinya bertemu Zavier Saddam itu ternyata nyata. Zavier selalu mantau Kiara dari jauh, sampai suatu ketika Zavier melamar Kiara. Tentu Kiara tidak mau, dengan alasan dirinya melanjutkan S2 di luar negri. Sepulang Kiara dan Zavier dari luar negri, banyak perubahan pada diri Kiara. Kenyataan pahit yang membuat syok Zavier kala Kiara mengidap penyakit yang mustahil bagi orang sembuh dan tentunya tidak diketahui orang lain. "Apa gue pantas untuk Lo yang bisa menjaga jarak antar lawan jenis dan menjaga pandangan? Sedangkan gue terlalu berhambur dan terbuka" "DIAM!" "Untuk apa saya berilmu jika tidak saya ajarkan untuk pendamping hidup saya nanti?" Zavier Saddam. "Orang pertama tetap pemenangnya, walaupun banyak kejanggalan di dalamnya," Kiara Anastaya. Maaf kalau kurang suka dengan ceritanya. Maklum saja ini cerita pertama ku, jadi kalau ada TYPO maklumi aja. Jan lupa VOTE dan KOMEN author maksa ni :)
All Rights Reserved
#902
pengacara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • [Bukan] Couple Goals [SUDAH TERBIT]
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Amor Almira
  • AFIKA [ END✔ ]
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • KIARA [END]
  • Arsyilazka
  • Say Goodbye [ON GOING]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines