Bulan untuk Aksa

Bulan untuk Aksa

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 28, 2023
"Aku mencitai mu Moon." ucap Aksa saat dia sudah duduk di atas motor besarnya. Bulan terdiam sambil menundukkan wajahnya, tidak terasa setetes cairan bening jatuh dari sudut matanya. "Moon, Apa kamu mau menjadi teman sekaligus kekasih ku?" Bulan menggeleng lalu berlari menjauh dari sahabatnya itu. Sepanjang perjalanan Bulan terus menangis, bagaimana bisa Aksa malah jatuh cinta padanya. Bukan Bulan tidak mencintai Aksa. Tapi Bulan tidak ingin ayahnya semakin membenci Aksa. Apakah Bulan akan menerima cinta Aksa, atau mencari jalan aman agar Aksa tidak terus di sakiti oleh ayahnya? Mau tau apa penyebab ayah Rambulan/Moon. sangat membenci Aksa Mahendra. Baca kisah selanjutnya di. Bulan untuk Aksa. By Neng Alfiani.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu
  • Mas Duda
  • Toxic and Love Ft. Sunghoon [END]
  • ARUMILA
  • DENGANNYA TANPAMU ✓
  • ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI]
  • LOVE MAZE - (V BTS)
  • BULAN [Selesai]
  • Dosen Is My Husband (TAMAT)
  • BULAN [END]

Bagaimana jika seseorang yang kamu panjatkan namanya pada Tuhan, agar tidak dipertemukan kembali di kebetulan mana pun itu muncul di hadapanmu? Itulah yang terjadi pada Bulan Falika Sajani. Lelaki pemilik nama Minoru Zale Arcturus itu datang dan menawarkan, tidak, memaksakan pernikahan pada seorang perempuan bernama Bulan Falika Sajani, perempuan yang ia kenal 15 tahun yang lalu selama empat bulan lamanya. Pernikahan, itu tidak ada dalam proposal kehidupan Bulan! Hanya ada dalam rencana Minoru yang jauh-jauh datang ke tempatnya berada sekarang. Bulan sudah sejauh ini, tapi Minoru tetap bisa menemukannya. Bulan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan lelaki itu saat memutuskan hal sebesar itu dan sialnya! Bulan tidak bisa lagi untuk lari. Seumur hidup ia gunakan untuk berlari, tapi Minoru menariknya berhenti dan menjemputnya pulang. Bulan dan Minoru itu tidak cocok. Minoru yang manis bertemu dengan Bulan yang cuek bebek. Minoru yang tenang bertemu dengan Bulan yang ramai. Minoru yang hidup dengan kepentingan dan Bulan si yang penting hidup. Setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Bulan. Di mata Minoru, Bulan itu terang, selayaknya purnama yang sering ia ajak bicara. Bagi Bulan, Minoru terlalu putih untuk mengetahui sisi gelapnya. Tidak ada harapan untuk mereka yang tidak pernah sepaham. Namun, takdir punya cara mainnya sendiri. "Berapa banyak lagi perjanjian yang bakal kamu langgar? Kamu kira semuanya cuma bercanda? Kamu penuhi semuanya saja nggak membuat segalanya sepadan. Yang kamu minta itu hidupku." "Kamu terlalu lama hidup sendiri, sampai nggak tahu meja makan yang hangat itu kayak gimana." "... Dan, nanti kamu bakalan ngerti kenapa aku pilih pohon cemara buat di taman rumah kita." ― Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu oleh Juuninichi -------------------------------- Dipublikasikan pertama kali: 12 September 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines