Tiba-Tiba Menikah

Tiba-Tiba Menikah

  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 9, 2023
Detik-detik di hari pernikahannya, Nada menemukan kekasihnya sedang mesra bersama wanita lain. Mau tidak mau pernikahan yang sudah direncakana jauh hari itu dibatalkan. Tapi apa boleh buat, mamanya yang memiliki sifat gengsi tidak mau membatalkan acara. Siapapun menantunya nanti, yang penting acara berjalan sesuai rencana. Nada harus memilih, menikahi kekasihnya yang ketahuan selingkuh, atau dengan temannya sendiri yang kebetulan pernah pacaran saat masih SMP. "Nad, lo..." "Ini anak lo!" Nada tidak tahu harus menjelaskan apa jika memang harus dijelaskan. Radit yang akhirnya menjadi suami itu takut mencurigai hal-hal yang tidak seharusnya. Radit tidak mungkin merasa bahwa mereka pernah melakukan hubungan yang berbahaya diatas ranjang. I'm
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Marriage
  • Say Bye
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • tentang sebuah rasa
  • Agga? Sucks! (SELESAI)
  • Bad Papa
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Martanita [END]

Ambar dan Romi membuat kesepakatan untuk menerima perjodohan mereka. Demi bisa hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, mereka menikah, tapi sepakat untuk melanjutkan hidup masing-masing. "Mending gitu sih emang. Mana tahu kalau tinggal berdua gue khilaf ngapa-ngapain lo ye kan," kata Ambar, "gue mesum soalnya," tambah wanita itu, sambil mengedipkan sebelah mata. "Gila," gumam Romi. Tak acuh, ia kembali berjalan. ______ Sayangnya, tragedi "bayar listrik" memaksa mereka untuk tinggal serumah. Satu rumah hanya berdua, tapi gaduhnya bisa luar biasa cuma karena kecoak atau celengan pecah. Niat hati ingin hidup tenang tanpa campur tangan orang tua, ternyata tidak semulus itu, Esmeralda. "Gila lo, Mbar." "Awas lo ya, Rom ...." "Mau ngapain?" potong Romi, tak gentar. "Mau gue perkosa." "Gue buntingin lo kalau berani perkosa gue," balas Romi justru menantang. "Buntingin sini kalau berani!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines