Aku Ingin Dunia Malam Terus

Aku Ingin Dunia Malam Terus

  • WpView
    Reads 466
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 22, 2023
Merenung, intropeksi, berfikir kritis, bercengkrama dengan sunyi, mendengar bunyi dalam diri. Dibungkus sepi, berkenalan dengan diri sendiri, bicara bebas, tanpa suara dalam hening. Tenang, mata terbuka, hitam. Tak melihat satupun kebusukan, tak mendengar dusta-dusta. Benar! di samping teras ini, hanya kegelapan menyelimut bumi. 513 meter dari sini, hanya ada kumpulan manusia-manusia menolak norma, memancung moralitas, menyembah rupiah. Lebih baik di sini. Menyendiri, menghayal, bermimpi. Tidak ada doktrin, tidak ada dogma. Berfikir dinamis dengan logika. Tidak miskin ide. Tidak mengenal rupiah. Erat dengan dialegtika. Keterbukaan tanpa kepalsuan. Indahnya merenung semua ini. indahnya dalam kegelapan. Aku ingin dunia malam terus.
All Rights Reserved
#970
filsafat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • Waktu Bagian Semesta
  • Antologi Cerpen Hitam Atau Putih
  • Gemuruh Punya Cerita
  • »The Love Behind Secrets!
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Ruang Gelap: Ketenangan dalam Hitam
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Mahligai Sunyi

Pernahkah Anda merasa hidup di tengah pesta topeng yang tak berkesudahan, di mana tawa bisa tiba-tiba menjelma menjadi tangis pilu, dan kemewahan menyembunyikan kemunafikan yang menggerogoti nurani? Selamat datang di dunia yang dipenuhi "Warna-warni Kepalsuan," sebuah labirin realitas yang absurd, disaksikan melalui mata seorang tokoh yang terperangkap di dalamnya. Bayangkan seorang komedian melontarkan lelucon getir yang justru mengalirkan air mata, seorang pengemis lusuh memanggul kekayaan yang kontras dengan penampilannya, dan para penguasa negeri berdebat tentang kemiskinan dari balik dinding hotel bintang lima yang gemerlap. Inilah ironi yang menjadi santapan sehari-hari di labirin ini. Namun, kepalsuan tak hanya meracuni panggung sosial. Bahkan cinta yang seharusnya suci pun ikut terdistorsi, bertransformasi menjadi tragedi prematur akibat idealisme yang membutakan dan nafsu yang membutakan. Di tengah pusaran kejanggalan ini, tokoh utama kita merasakan mual yang kian mencekik, sebuah reaksi naluriah terhadap kepura-puraan yang merajalela. Terjebak dalam labirin tanpa ujung, satu pertanyaan terus menghantuinya: di manakah gerbang menuju keaslian di tengah gemerlap kepalsuan ini? Bersiaplah untuk menyelami sebuah narasi yang akan mengusik keyakinan Anda tentang realitas, mempertanyakan setiap senyum dan air mata yang Anda lihat, dan membawa Anda dalam pencarian kebenaran yang tersembunyi di balik indahnya kebohongan. Apakah tokoh kita akan berhasil menembus "warna-warni kepalsuan" yang mengitarinya, ataukah ia akan selamanya menjadi bagian dari sandiwara tanpa akhir ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines