Aku Ingin Dunia Malam Terus

Aku Ingin Dunia Malam Terus

  • WpView
    LECTURAS 453
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadConcluida dom, ene 22, 2023
Merenung, intropeksi, berfikir kritis, bercengkrama dengan sunyi, mendengar bunyi dalam diri. Dibungkus sepi, berkenalan dengan diri sendiri, bicara bebas, tanpa suara dalam hening. Tenang, mata terbuka, hitam. Tak melihat satupun kebusukan, tak mendengar dusta-dusta. Benar! di samping teras ini, hanya kegelapan menyelimut bumi. 513 meter dari sini, hanya ada kumpulan manusia-manusia menolak norma, memancung moralitas, menyembah rupiah. Lebih baik di sini. Menyendiri, menghayal, bermimpi. Tidak ada doktrin, tidak ada dogma. Berfikir dinamis dengan logika. Tidak miskin ide. Tidak mengenal rupiah. Erat dengan dialegtika. Keterbukaan tanpa kepalsuan. Indahnya merenung semua ini. indahnya dalam kegelapan. Aku ingin dunia malam terus.
Todos los derechos reservados
#927
filsafat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Mahligai Sunyi
  • Ruang Gelap: Ketenangan dalam Hitam
  • The Last Birthday With You
  • MISTERI PETUALANGAN DALAM LABIRIN ILUSI
  • Antologi Cerpen Hitam Atau Putih
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Alenara; Living in a Fairy Tale
  • Gemuruh Punya Cerita

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido