Aku Ingin Dunia Malam Terus

Aku Ingin Dunia Malam Terus

  • WpView
    Membaca 453
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadLengkap Min, Jan 22, 2023
Merenung, intropeksi, berfikir kritis, bercengkrama dengan sunyi, mendengar bunyi dalam diri. Dibungkus sepi, berkenalan dengan diri sendiri, bicara bebas, tanpa suara dalam hening. Tenang, mata terbuka, hitam. Tak melihat satupun kebusukan, tak mendengar dusta-dusta. Benar! di samping teras ini, hanya kegelapan menyelimut bumi. 513 meter dari sini, hanya ada kumpulan manusia-manusia menolak norma, memancung moralitas, menyembah rupiah. Lebih baik di sini. Menyendiri, menghayal, bermimpi. Tidak ada doktrin, tidak ada dogma. Berfikir dinamis dengan logika. Tidak miskin ide. Tidak mengenal rupiah. Erat dengan dialegtika. Keterbukaan tanpa kepalsuan. Indahnya merenung semua ini. indahnya dalam kegelapan. Aku ingin dunia malam terus.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#927
filsafat
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Antologi Cerpen Hitam Atau Putih
  • Tolong, Aku Masih di Sini
  • Gemuruh Punya Cerita
  • Maina & Maxim
  • »The Love Behind Secrets!
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Mahligai Sunyi

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan